Kota Tangerang, Channelsatu.com – Sebanyak 300 pompa air dikerahkan Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sebagai bagian dari penanganan cepat terhadap genangan banjir di wilayah kota. Langkah ini menjadi bagian dari strategi mitigasi yang mengedepankan kecepatan, koordinasi, dan kehadiran langsung di lapangan.
Kepala Bidang Operasional dan Pemeliharaan Dinas PUPR Kota Tangerang, Iwa Nursyamsu, mengungkapkan bahwa proses pompanisasi telah berlangsung aktif sejak Minggu (6/7/2025), menyasar 14 titik genangan di Kecamatan Pinang, Karang Tengah, Cipondoh, dan Periuk. “Proses ini menjadi prioritas utama mengingat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir ini”, kata Iwa Nursyamsu.
Selain pompa air, 135 personel teknis juga telah disiagakan untuk mendampingi operasional pompanisasi, memastikan tidak ada kendala teknis di lapangan. Langkah ini dinilai penting untuk mempercepat pemulihan kondisi wilayah terdampak banjir dan mencegah kerusakan lebih lanjut pada infrastruktur kota.
Dinas PUPR bekerja erat dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memastikan seluruh sistem penanganan banjir terintegrasi dan efektif. Koordinasi ini mencakup logistik, sistem peringatan dini, hingga evakuasi warga jika diperlukan.
Langkah penanganan banjir ini juga ditunjang dengan pemantauan cuaca harian yang dilakukan secara digital dan manual. Prediksi curah hujan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan, mendorong Pemkot Tangerang untuk terus siaga penuh di seluruh titik rawan.
Monitoring rutin di lapangan menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya ini. Petugas dari Dinas PUPR secara bergilir diturunkan untuk mengecek kondisi pompa, saluran air, serta potensi penyumbatan yang dapat memperparah genangan.
Selain respons cepat, Pemkot Tangerang juga tengah mempercepat pembangunan dan perbaikan saluran drainase di wilayah yang rentan banjir. Peningkatan kapasitas sistem drainase ini ditargetkan dapat mengurangi risiko genangan di masa mendatang secara signifikan.
Upaya berkelanjutan yang dilakukan menunjukkan bahwa penanganan banjir di Kota Tangerang tidak hanya fokus pada penyedotan air, tetapi juga pada pembangunan sistem perkotaan yang lebih tangguh dan adaptif terhadap iklim yang terus berubah. ich
