Kota Bandung, Channelsatu.com – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat terus melakukan rangkaian upaya identifikasi terhadap tiga korban hilang akibat bencana tanah longsor di Kecamatan Arjasari, Soreang, Kabupaten Bandung. Proses penanganan terpusat di Puskesmas Nambo Arjasari sejak Senin pagi dan melibatkan pengumpulan data ilmiah maupun informasi keluarga untuk mempercepat pencocokan identitas.
Dalam musibah longsor yang mengguncang kawasan Arjasari tersebut, tercatat tiga orang hilang: Ny. Aisah (75), Nn. Citra (20), dan An. Arjuna (13). Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa identifikasi dilakukan melalui serangkaian tahapan standar internasional, mulai dari pencatatan data ante mortem hingga pengambilan sampel DNA keluarga. Informasi detail seperti ciri fisik, catatan medis, dan rekam kesehatan dikumpulkan langsung dari pihak keluarga untuk memperkuat proses identifikasi.
Data ante mortem diperoleh dari dua kerabat yang memiliki hubungan biologis langsung dengan para korban. Sampel DNA diambil dari Ny. Ai Sutinah, anak kandung dari Ny. Aisah sekaligus ibu dari Nn. Citra, serta dari Ny. Eri Wartini, ibu kandung dari An. Arjuna. Seluruh data ini nantinya akan dicocokkan dengan temuan di lapangan jika korban berhasil ditemukan oleh tim SAR yang masih melakukan pencarian intensif.
Kombes Hendra menegaskan bahwa keberadaan Tim DVI di lokasi merupakan langkah strategis untuk memastikan proses penanganan berjalan cepat dan akurat. “Hingga saat ini, Tim DVI Polda Jabar tetap berada di posko yang telah direkomendasikan oleh Kapolres Bandung di sekitar lokasi kejadian. Tim masih bersiaga penuh untuk memberikan dukungan maksimal dalam proses identifikasi, sesuai waktu yang ditetapkan oleh Tim SAR dan unit rescue yang melakukan pencarian di lapangan,” ujarnya.
Selain identifikasi ilmiah, tim juga melakukan asesmen psikologis ringan kepada keluarga yang menunggu perkembangan terbaru. Kehadiran petugas di posko diproyeksikan untuk membantu keluarga tetap mendapatkan pendampingan informasi secara jelas dan berjenjang, sekaligus menekan potensi munculnya informasi simpang siur di tengah situasi darurat.
Upaya terpadu antara DVI, SAR, Polres Bandung, serta unsur pemerintah daerah diharapkan mampu mempercepat proses penemuan dan identifikasi para korban. Pihak kepolisian juga terus mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi tanpa verifikasi. Harapannya, kepastian mengenai identitas korban dapat segera diberikan dan membantu keluarga menghadapi situasi yang penuh tekanan ini. ich
