19 Tahun Berlalu Pembunuh Siti Mariam Masih Gelap; Kisah Tragis Gadis Belia di Bojonggede yang Diperkosa dan Jasadnya Ditemukan Membusuk Usai 3 Hari Hilang

Share

Bojonggede, Channelsatu.com – Pagi itu Januari 2006 silam, di saat embun pagi masih malas beranjak dari kawasan Bojonggede, Kabupaten Bogor, semua rutinitas berjalan normal. Pelajar di Madrasah Tsanawiyah Tholibin di Desa Cimanggis, Kecamatan Bojonggede, seperti biasa mengikuti proses belajar mengajar.

Namun siapa sangka usai proses belajar mengajar dan semua aktivitas di sekolah yang dikelilingi ilalang ini selesai, peristiwa tragis itu terjadi. Siti Hana Mariam/SHM saat itu berusia 13 tahun, siswi Madrasah Tholibin ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di tengah rimbunnya ilalang di sekitar Madrasah Tholibin.

Eby (nama samaran) yang merupakan teman satu meja SHM mengungkapkan, almarhumah saat hari itu masuk sekolah tidak menceritakan sedikit pun permasalahan pribadinya.

- Advertisement -

“Padahal waktu masuk hari itu dia enggak ngomong apa-apa soal masalahnya, saya semeja sama almarhumah juga biasa, normal-normal aja waktu itu, enggak ada yang gimana-gimana. Kalau untuk masalah pribadi enggak pernah cerita,” ucap Eby kepada Channelsatu.com, Selasa (24/6/2025).

Eby menuturkan, hari itu Sabtu 13 Januari, siang atau menjelang sore, dirinya bersama temannya masih kembali lagi ke sekolah karena ada kegiatan yang perlu mereka lakukan dan masih berseragam pramuka.

“Waktu itu kita juga enggak melihat korban almarhumah, enggak tahunya kejadian ternyata,” kata Eby.

Korban Dicegat Tiga Orang Lelaki

- Advertisement -

Seperti diungkapkan Eby, hilangnya nyawa Hana Mariam bermula saat almarhumah berdua dengan temannya pulang sekolah seperti biasa jalan kaki menyusuri jalan desa. Tidak lama dari sekolah, SHM dan temannya dicegat oleh tiga orang laki-laki.

“Tiga orang laki-laki ini salah satunya bilang ke almarhumah agar temannya ini pulang aja. Karena urusannya dengan almarhumah. Saya juga ini diceritain sama teman almarhumah, kalau dia cerita ini trauma dia,” tutur Eby.

“Setelah disuruh pulang itu, temannya masih sempat mengikuti dan mengintip karena kepo apa yang sebenarnya terjadi. Tapi enggak lama mereka berempat pergi meninggalkan lokasi dan menjauh,” tambahnya.

Sampai akhirnya orang tua korban, Suharno dan Titing gelisah serta was-was karena putrinya belum juga pulang sedang hari sudah gelap. Semua tetangga dan teman korban sudah didatangi, namun tak satu pun dari mereka yang tahu keberadaan putrinya.

Hingga Minggu 14 Januari pagi, kekhawatiran itu kian memuncak. Ketakutan dan kekhawatiran Suharni dan Titing semakin menjadi. Semua lingkungan sekolah sekitar Kampung Sudimampir dan Kawasan Cimanggis hingga seluruh Bojonggede ditelusuri untuk mencari ke mana Siti Hana Mariam berada. Tapi semua sia-sia bak hilang ditelan bumi, almarhumah tidak ditemukan.

Warga Gempar, Korban Ditemukan Setelah Adanya Bau Menyengat

Puncaknya Senin 15 Januari, ketika menjelang senja, saat gelap mulai menyapa dan sunyinya malam mulai menjalar, kawasan Cimanggis dan Bojonggede sekitarnya gempar, dengan ditemukannya jenazah Siti Hana Mariam.

M Djaelani, warga Kampung Sudimampir, yang juga tukang kebun ini merasa aneh dengan adanya bau menyengat di sekitar rumahnya. Dia kemudian mencari asal bau. Tidak jauh dari rumahnnya, sekitar 50 meter, di tengah rerumputan ilalang yang tingginya bisa mencapai 1,8 meter itu, Djaelani terkejut bukan kepalang. Bau busuk menyengat hidung itu ternyata berasal dari sesosok mayat.

Rumah Djaelani satu-satunya rumah yang lokasinya dekat dengan lokasi penemuan mayat. Suasananya memang sangat sepi. Rumput ilalang yang begitu lebat itu membuat orang tak tahu ada mayat di sekitar rumput itu jika tidak ada bau menyengat.

Maka gemparlah Kampung Sudimampir. Djaelani tak berani menyentuh mayat itu dan segera melaporkan temuan mayat itu ke Ketua RT 03 RW 02, Encing. Ternyata mayat itu mayat Siti Hana Mariam, yang sudah tiga hari dicari-cari keluarganya.

Di lokasi penemuan jenazah, tempat itu berada di tepi jalan setapak menuju rumah Djaelani. Jarang sekali orang lewat jalan itu kecuali Djaelani dan istrinya. Jika melewati jalan setapak yang di kiri dan kanannya ditumbuhi ilalang setinggi orang dewasa itu, pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs) Tholibin itu lebih cepat sampai ke sekolah, yang lokasinya sekitar 700 meter dari lokasi Siti ditemukan. Sekitar 200 meter dari lokasi penemuan mayat, ada bangunan Balai Serba Guna Kemuning Asri.

Kondisi Jenazah Mengenaskan

Kondisi ketika ditemukan jenazah Siti sungguh mengenaskan, pada Sabtu kelabu itu, Siti pulang dari sekolahnya pukul 12.30, masih mengenakan seragam sampai akhirnya menghilang dan ditemukan sudah menjadi mayat.

Diperkirakan antara Siti dan pelakunya sudah saling kenal, karena tak ada tanda-tanda cekikan ataupun kekerasan. Bisa jadi setelah diperkosa, korban dibiarkan mati kehabisan napas, karena mulutnya disumpal dengan kaus kaki.

Mayat ditemukan dalam kondisi mengenaskan, tanpa mengenakan busana. Pakaian seragam pramuka, tas, sepatu, dan celana dalamnya ditemukan di sekitar mayat.

Ada bekas cairan sperma di celana dalam jenazah. Saat ditemukan, posisinya dalam keadaan tertelungkup. Kedua tangannya terikat ke belakang dengan kaus kaki. Mulutnya disumpal dengan kain kerudungnya. Ada dugaan korban diperkosa lebih dulu, sebelum dibunuh.

Penemuan jenazah Siti Mariam menjadi peristiwa kelam yang terus terekam jelas di benak warga Sudimampir. Pasalnya, 19 tahun berlalu, pembunuh Siti masih gelap alias belum juga ditemukan.

Lalu mau sampai kapan peristiwa atau kasus ini tidak terungkap? Siapa pembunuh dan pemerkosa Siti? Ini pekerjaan rumah pihak penegak hukum untuk menuntaskannya. (Fjr)

Redaksihttps://channelsatu.com/
News and Entertainment

Read more

NEWS