Jakarta, Channelsatu.com – Serial terbaru Vidio, Cinta Dalam Sujudku, menyuguhkan kisah cinta masa kecil yang tak sempat berkembang menjadi nyata, namun membekas dalam dan bertahan di hati para karakternya. Diperankan oleh Rangga Azof sebagai Zaki dan Yasmin Napper sebagai Zahra, cerita ini menjadi refleksi emosional tentang bagaimana cinta yang tak pernah terucap bisa menghantui seluruh hidup seseorang.
Zaki dan Zahra digambarkan sebagai dua sahabat kecil yang tumbuh bersama dan diam-diam saling mencintai. Namun keputusan Zahra menikahi Harris (diperankan Yoshi Sudarso) demi membalas pengorbanan kakaknya membuat segalanya berubah. “Zaki tidak pernah benar-benar kehilangan Zahra di hatinya,” ujar Rangga Azof. “Dan itu yang membuat luka Zaki terasa terus menganga bahkan saat dia mencoba melangkah bersama Risa.”
Chemistry antara Rangga dan Yasmin menjadi kekuatan utama dalam menyampaikan konflik batin yang dalam namun tak banyak kata. Menurut Yasmin, proses membangun karakter Zahra menuntut kedalaman emosi yang tidak main-main. “Zahra bukan perempuan lemah. Ia memilih mengalah karena merasa tidak pantas dicintai. Itu luka yang diam tapi sangat menusuk,” ungkapnya.
Penuh adegan senyap dan tatapan penuh makna, serial Cinta Dalam Sujudku mengajak penonton ikut menelusuri ruang batin karakter-karakternya. Disutradarai oleh John De Rantau dan Angling Sagaran, narasi drama ini diperkuat dengan pendekatan visual yang lembut dan sinematografi kontras yang menggambarkan pertentangan antara perasaan dan iman.
Keke Mayang selaku Supervising Producer menegaskan bahwa drama ini bukan sekadar kisah cinta segitiga atau segi empat, melainkan tentang bagaimana manusia memilih untuk bertahan di jalan yang diyakini benar. “Kami ingin menunjukkan bahwa mencintai tidak selalu berarti memiliki. Ada kekuatan dalam ikhlas, dan dalam serial ini itu menjadi benang merahnya,” kata Keke.
Proses syuting yang dilakukan selama bulan Ramadan turut memberikan warna spiritual tersendiri bagi seluruh tim. Beberapa adegan, seperti saat Zahra bermunajat di malam sunyi atau Zaki mengumandangkan adzan, digarap dengan pendekatan keheningan dan simbolisme. “Kami ingin penonton merasa bahwa mereka sedang menyaksikan bagian dari kehidupan, bukan sekadar tontonan,” ujar sutradara John De Rantau.
Serial Cinta Dalam Sujudku juga menjadi ajang eksplorasi spiritual para pemain. Rangga mengaku proses ini memberinya pengalaman spiritual tersendiri. “Saya jadi belajar adzan, belajar surat-surat pendek, dan merasa lebih dekat pada sisi diri yang mungkin sebelumnya saya abaikan,” katanya.
Melalui cinta yang tak tersampaikan, pengorbanan tanpa pamrih, dan pencarian makna hidup, Cinta Dalam Sujudku tampil sebagai kisah menyentuh yang membawa penonton merenung — tentang apa arti cinta sejati, dan apakah semua rasa harus selalu dimiliki. ich
