Kota Tangerang, Channelsatu.com – Upaya penanggulangan banjir di Tangerang Raya kian serius. Gubernur Banten Andra Soni bersama Wali Kota Tangerang H. Sachrudin dan Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie turun langsung meninjau kondisi Kali Angke, Rabu kemarin. Sungai ini menjadi salah satu penyebab utama banjir di musim hujan yang rutin merendam kawasan padat penduduk.
Kegiatan susur sungai dilakukan sepanjang 10,4 kilometer, dimulai dari Perumahan Fortune 8, Ciledug, hingga Bendungan Polor, Cipondoh—berbatasan langsung dengan DKI Jakarta. Tim menggunakan perahu karet untuk menyisir aliran Kali Angke, meninjau titik penyumbatan, bantaran sungai, serta proyek tanggul yang belum rampung.
Menurut Gubernur Banten, peninjauan langsung ini menjadi bentuk nyata komitmen kolaboratif lintas wilayah untuk mengurai persoalan banjir yang tidak bisa diselesaikan secara sektoral. “Awal Juli kemarin kita lihat banjir kembali terjadi. Banyak laporan masuk. Maka kami putuskan menyusuri Kali Angke secara langsung agar bisa melihat akar masalah di lapangan,” ujar Andra Soni.
Ia menyebutkan beberapa temuan penting di sepanjang aliran sungai yang akan segera diinventarisasi untuk ditindaklanjuti. Mulai dari penyempitan sungai akibat sedimentasi tanah timbul, tumpukan sampah rumah tangga dan puing bangunan, hingga proyek tanggul yang baru terealisasi 19 dari 26 kilometer. “Ini akan jadi bahan kajian untuk rencana kerja jangka pendek dan panjang,” tegas Andra.
Wali Kota Tangerang H. Sachrudin menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kota dalam mengurangi risiko banjir. “Kami terus melakukan normalisasi saluran air, membangun turap, polder, dan mengedukasi masyarakat agar tidak buang sampah sembarangan,” kata Sachrudin. Ia menambahkan, beberapa kali perahu yang ditumpangi tersangkut akibat sampah yang menyumbat sungai. “Sungai bukan tempat sampah, ini tanggung jawab bersama,” serunya.
Senada, Kepala BBWS Ciliwung-Cisadane David Partonggo Oloan Marpaung mengungkapkan bahwa masih ada tujuh kilometer tanggul yang belum rampung dibangun. “Ini salah satu penyebab banjir yang mesti dituntaskan. Kami juga akan perbaiki kondisi pendangkalan yang makin parah,” jelas David.
David menambahkan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk kolaborasi lintas pemerintah yang akan terus ditindaklanjuti melalui tim khusus yang dinamakan tim kolaborasi penilai banjir. “Kita tidak berhenti di susur ini saja. Nantinya APBD provinsi dan kota akan diarahkan untuk pengadaan lahan dan pembangunan lanjutan,” pungkasnya.
Langkah bersama ini diharapkan menjadi awal dari sistem penanganan banjir terpadu di Tangerang Raya. Pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat diimbau bahu-membahu menciptakan kota yang aman, bebas banjir, dan layak huni. ich
