Kota Depok, Channelsatu.com – Langkah strategis Pemerintah Kota Depok dalam mengembangkan sektor UMKM kembali ditunjukkan lewat peresmian gerai Toko Oleh-oleh Dekranasda Depok Maju yang kini resmi hadir di kawasan DPRD Depok. Gerai ini menjadi yang ketiga setelah dua toko lainnya yang sudah lebih dahulu beroperasi, menandai keseriusan Dekranasda Kota Depok dalam memberikan ruang promosi bagi produk lokal. Hadir dalam peresmian tersebut Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah bersama tokoh legislatif dan pengurus Dekranasda.
Toko oleh-oleh ini bukan hanya menjadi etalase produk-produk UMKM unggulan Kota Depok, melainkan juga simbol dari sinergi antara pemerintah dan komunitas usaha mikro. Chandra secara khusus mengapresiasi batik Gong Si Bolong yang menjadi salah satu produk andalan di toko tersebut. Pembelian simbolik yang dilakukannya mempertegas pentingnya dukungan nyata terhadap pengrajin lokal.
Menurut Chandra, keberadaan gerai seperti ini penting untuk mendekatkan produk lokal kepada masyarakat luas. Ia menyebut bahwa gerai Dekranasda tidak hanya menjual barang, tetapi juga menjual cerita, budaya, dan identitas Kota Depok. “Kehadiran gerai ini harus ditingkatkan dan diperluas ke titik-titik strategis lainnya agar produk UMKM makin dikenal”, kata Chandra.
Ia menekankan bahwa strategi promosi yang baik harus dibarengi dengan inovasi dari para pelaku UMKM itu sendiri. Chandra mengajak seluruh pengusaha kecil agar terus memperbaiki kualitas, meningkatkan daya saing, dan tak takut menjajal pasar di luar daerah. Menurutnya, pelaku UMKM Depok memiliki potensi besar untuk menembus pasar yang lebih luas.
Gerai Dekranasda ini diharapkan bisa menjadi semacam ‘etalase tetap’ yang memberikan eksposur jangka panjang terhadap produk-produk lokal. Tidak seperti bazar musiman yang hanya bersifat sementara, toko ini memberi ruang distribusi yang konsisten dan bisa membangun loyalitas pelanggan dari waktu ke waktu.
Lebih jauh, inisiatif ini dianggap sebagai investasi jangka panjang dalam membentuk ekosistem ekonomi kreatif lokal yang solid. Pemerintah tak sekadar menyediakan tempat, tetapi juga memberikan dukungan branding dan akses pasar, sesuatu yang selama ini menjadi kendala utama para pelaku UMKM.
Selain itu, Chandra berharap model seperti ini bisa direplikasi di wilayah lain di Kota Depok. Dengan begitu, pengembangan UMKM tidak hanya terpusat di satu titik, melainkan tersebar merata sehingga potensi ekonomi daerah bisa dioptimalkan. Hal ini juga menjadi strategi pemerataan pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas.
Upaya Dekranasda Kota Depok ini menunjukkan bahwa kemajuan UMKM bukan hanya soal produksi, tetapi juga soal keberanian hadir di ruang publik dan menjadi bagian dari wajah kota. Melalui gerai oleh-oleh ini, ekonomi lokal bukan hanya tumbuh, tapi juga tampil sebagai kebanggaan yang layak dipamerkan. ich
