Ini Cerita “Surreal”, Ketika Lagu Rasyiqa Menyimpan Duka yang Manis

Share

Jakarta, Channelsatu.com – Rasyiqa menutup perjalanan menuju perilisan album debutnya Reckless dengan single paling personal sejauh ini, “Surreal”, yang dirilis sebagai tribut untuk kebersamaan, kenangan, dan momen yang tak akan pernah terulang. Lagu ini menjadi jendela menuju ruang privat sang penyanyi, di mana tawa, air mata, dan rasa syukur bertemu dalam satu malam karaoke yang menjadi abadi dalam ingatan.

“Surreal” ditulis bersama Sade Susanto, sahabat dan kolaborator lama Rasyiqa, sebagai refleksi dari sebuah malam sederhana yang berubah menjadi sangat berarti. Lagu ini menyimpan kehadiran sosok Ranaditya Alief, kakak kandung Rasyiqa yang kini telah tiada, dalam momen langka saat mereka bernyanyi bersama di depan publik membawakan “Sometimes” dari Britney Spears. Momen itu menjadi poros emosional lagu ini—penuh rindu dan kehangatan.

Diproduseri oleh Heston Prasetyo, lagu ini tak hanya berdiri sebagai karya musik pop rock, tapi juga sebagai karya kolektif yang melibatkan banyak suara hati: cellosux, Angelina Bebel, Stephany Azali, hingga personel Ringgo 5 turut menyumbangkan lapisan harmoni yang membuat “Surreal” terdengar hidup dan intim. Visualnya pun dirancang untuk memperkuat narasi nostalgia, dikerjakan oleh Stephany dengan pendekatan personal.

- Advertisement -

Berbeda dengan lagu-lagu sebelumnya yang penuh semangat tumbuh atau kemarahan masa muda, “Surreal” hadir seperti pelukan: lembut, jujur, dan tidak terburu-buru. Lagu ini mengajak pendengarnya untuk diam sejenak, memeluk keberadaan orang-orang terdekat, dan merayakan kehadiran mereka yang masih tinggal. Rasyiqa tak mencoba menjadi puitis—justru karena itulah lagunya terasa nyata.

Rasyiqa menyebut bahwa pada akhirnya yang penting bukan siapa yang tinggal selamanya, tetapi siapa yang hadir dan bertahan di tengah perjalanan. “Gue masih cewek bingung di usia 20-an, tapi mereka ada buat gue,” ungkapnya. Lagu ini jadi bentuk syukur atas orang-orang yang bertahan, bahkan dalam bentuk kenangan.

Sebagai penutup sebelum Reckless dirilis, “Surreal” mengajak pendengar menyelami tema yang lebih dewasa: bukan tentang melupakan, tapi merangkul. Lagu ini bukan ajakan untuk move on, tapi untuk duduk sejenak dan berkata, “aku bersyukur pernah ada di sana.” Dalam kejujuran itu, “Surreal” menjadi lagu yang membekas.

Album Reckless sendiri dijadwalkan rilis 15 Agustus 2025, dan akan menjadi kumpulan fase hidup yang penuh spektrum: dari patah hati hingga cinta baru, dari kehilangan hingga penerimaan. “Surreal” menjadi titik penutup yang tak hanya emosional, tapi juga kontemplatif dan menjadi halaman terakhir yang dinyanyikan dengan penuh cinta.

- Advertisement -

Di tengah deretan lagu pop rock Indonesia yang kadang terjebak dalam repetisi tema, “Surreal” datang sebagai pengingat bahwa keintiman dan rasa bisa jadi kekuatan utama. Rasyiqa tidak hanya menciptakan musik, tapi juga ruang untuk mengenang, merayakan, dan merelakan. ich

Read more

NEWS