Kota Tangerang, Channelsatu.com – Pasca banjir yang melanda kawasan Puri Kartika di Kota Tangerang, upaya pemulihan terus digencarkan berbagai pihak, salah satunya Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang. Melalui distribusi hygiene kit dan perlengkapan kebersihan lainnya, PMI membantu warga kembali membangun lingkungan yang bersih dan layak huni. Aksi kemanusiaan ini menjadi bagian dari respons cepat terhadap dampak banjir yang meninggalkan sisa lumpur dan risiko kesehatan.
Sebanyak 50 paket hygiene kit, 100 sarung, dan 100 pel lantai disalurkan langsung kepada warga terdampak. Ketua PMI Kota Tangerang, Oman Jumansyah, menyampaikan bahwa bantuan ini ditujukan untuk meringankan beban warga dalam proses bersih-bersih rumah yang sudah dimulai sejak Senin pagi. Bantuan disusun berdasarkan kebutuhan dasar pascabencana, termasuk sanitasi dan perlindungan diri dari penyakit.
Paket hygiene kit yang dibagikan berisi tisu, handuk, sabun mandi, sabun cuci, pasta gigi, sikat gigi, sampo, dan sandal. Semua item dikemas dalam plastik agar praktis dan higienis saat didistribusikan. PMI juga memastikan seluruh bantuan menjangkau warga yang benar-benar terdampak melalui koordinasi intensif dengan perangkat RT, RW, dan kelurahan.
Kolaborasi dengan PMI Pusat dan dukungan dari PT Arventis menjadi kekuatan penting di balik kelancaran distribusi ini. Kombinasi antara kekuatan lokal dan nasional menunjukkan bahwa respons bencana membutuhkan kerja sama lintas sektor, terutama di kota padat seperti Tangerang yang rentan terhadap cuaca ekstrem.
Oman menyatakan bahwa PMI Kota Tangerang akan terus membuka ruang kolaborasi dengan para donatur, baik individu maupun perusahaan. Ia mengapresiasi kepedulian masyarakat yang telah mempercayakan bantuannya kepada PMI sebagai lembaga yang bergerak di garis depan kemanusiaan.
“Kami juga mengapresiasi masyarakat dan para donatur yang telah mempercayakan bantuan kemanusiaannya melalui PMI. Semangat gotong royong dan solidaritas seperti inilah yang membuat pemulihan bisa berjalan lebih cepat,” pungkas Oman.
Distribusi bantuan alat kebersihan dinilai sebagai langkah penting untuk mencegah timbulnya penyakit pascabanjir, seperti diare dan infeksi kulit. Menurut PMI, aspek kebersihan kerap luput dari perhatian meski dampaknya sangat krusial bagi proses pemulihan warga.
Kondisi geografis Kota Tangerang yang memiliki sejumlah titik rawan banjir menjadikan kebutuhan logistik tanggap darurat sebagai prioritas tahunan. PMI pun terus meningkatkan kapasitas stok bantuan agar lebih siap menghadapi bencana serupa di masa mendatang.
Dengan pendekatan responsif dan humanis, PMI Kota Tangerang menegaskan kembali fungsinya bukan hanya dalam penanganan bencana, tetapi juga sebagai penggerak solidaritas kota. Bantuan kebersihan yang diberikan mungkin sederhana, namun dampaknya sangat nyata bagi kehidupan warga yang sedang bangkit dari keterpurukan. ich
