Jakarta, Channelsatu.com – Memasuki satu dekade kehadirannya di Indonesia, Shopee menegaskan perannya sebagai salah satu motor penggerak transformasi digital nasional dengan membangun ekosistem kolaboratif yang melibatkan UMKM, brand lokal, dan kreator. Sejak diluncurkan pada 2015, platform ini tidak hanya menjadi ruang transaksi, tetapi juga medium pertumbuhan usaha yang adaptif terhadap dinamika ekonomi digital.
Pertumbuhan ekosistem Shopee selama sepuluh tahun terakhir mencerminkan perubahan signifikan dalam cara masyarakat berbelanja, berjualan, dan berinteraksi. Inovasi fitur, program pendampingan, serta kampanye tematik menjadi fondasi bagi pelaku UMKM dan brand lokal untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan daya saing di era digital.
Senior Director of Business Development Shopee Indonesia, Adi Rahardja, menegaskan bahwa perjalanan Shopee tidak terlepas dari kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistemnya. “Perjalanan Shopee hingga sampai di usia ini tentu tidak terlepas dari dukungan para pengguna, mitra penjual, brand lokal, pelaku UMKM, mitra bisnis, dan seluruh pihak yang telah tumbuh bersama mendorong pertumbuhan ekonomi digital,” ujarnya.
Menurut Adi, dalam sepuluh tahun terakhir teknologi telah membentuk pola baru dalam ekosistem perdagangan digital. “Teknologi membuat pengalaman pengguna semakin dinamis, membuka ruang bagi kreator untuk berkembang, membantu brand memperluas jangkauan, dan mendorong pelaku usaha lokal untuk beradaptasi melalui fitur interaktif dan kampanye yang relevan,” kata dia.
Inovasi menjadi kunci utama agar tetap relevan. Sepanjang 2025, partisipasi UMKM dan brand lokal dalam memanfaatkan fitur interaktif seperti Shopee Live dan Shopee Video meningkat signifikan. Puluhan juta produk lokal dipromosikan melalui Shopee Live, menunjukkan pergeseran strategi pemasaran yang semakin mengandalkan interaksi real-time dengan konsumen.
Shopee juga mencatat peningkatan signifikan pada program unggulannya. Jumlah produk lokal dalam kanal Shopee Pilih Lokal meningkat 60 persen sepanjang 2025. Sementara itu, Program Ekspor Shopee membuka akses lintas negara, dengan hampir 40 juta produk lokal berhasil diekspor ke Asia Timur, Asia Tenggara, dan Amerika Latin dalam kurun waktu yang sama.
Salah satu brand lokal yang tumbuh bersama Shopee adalah Kintakun. Marketing Director Kintakun, Vincent Saputera, menyebut Shopee sebagai rumah pertama mereka di ranah online. “Sejak bergabung di tahun 2015, Shopee menjadi saksi bagaimana kami terus berkembang dan bertransformasi, sekaligus membantu kami beradaptasi dengan perubahan perilaku belanja masyarakat,” ujarnya.
Dengan pencapaian tersebut, Shopee memandang satu dekade perjalanannya sebagai fondasi untuk memperkuat daya saing ekonomi digital Indonesia. Kolaborasi berkelanjutan antara platform, pelaku usaha, dan pengguna dinilai menjadi kunci dalam menciptakan nilai bersama di masa depan. ich
