Musisi Indonesia Kompak Tampil Tanpa Bayaran untuk Heal Sumatera

Share

Jakarta, Channelsatu.com – Konser 100 Musisi Heal Sumatera menjadi penanda kuat bahwa etos kemanusiaan masih menjadi fondasi penting dalam dunia musik Indonesia. Digelar di T Space, Bintaro, acara ini menghadirkan musisi lintas generasi yang tampil tanpa bayaran demi membantu korban banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Diprakarsai Tompi, Kadri Mohamad, Irma Hutabarat, serta Iluni UI, konser ini dirakit hanya dalam tujuh hari—sebuah rekor yang sulit dicapai tanpa rasa peduli yang mengikat banyak pihak.

Hadirnya nama-nama besar seperti Kaka Slank, Marcello Tahitoe, Andre Taulany, Maliq & D’Essentials, dan Judika menjadi bukti kuat bahwa solidaritas dapat mengalahkan segala keterbatasan teknis. Tompi mengakui bahwa hampir semua musisi langsung menyanggupi undangan tanpa mempertimbangkan agenda mereka. “Rata-rata semua teman yang saya telepon nggak pakai mikir. Mereka bilang akan geser jadwal. Itu luar biasa,” kata Tompi.

Irma Hutabarat menyebut persiapan yang singkat justru membuka ruang kerja sama yang lebih natural. Menurutnya, para musisi tidak hanya hadir sebagai pengisi acara, tetapi sebagai keluarga besar yang memahami urgensi keadaan. “Semua ini terjadi karena mereka mau mengulurkan tangan, tanpa syarat, tanpa hitung-hitungan,” jelas Irma.

- Advertisement -

Konser ini juga merupakan kelanjutan dari tradisi panjang musisi Indonesia dalam aksi kemanusiaan. Kadri Mohamad mengingatkan bahwa konser serupa pernah dilakukan saat bencana Palu, dan pengalaman itu menjadi energi positif yang kembali diperkuat dalam momentum Sumatera. “Pengalaman itu membuat kita bergerak cepat. Kita tahu caranya, kita tahu siapa saja yang bisa diajak,” terang Kadri.

Selain penampilan musik, konser ini juga diwarnai suara reflektif dari para pengisi acara. Tompi bahkan mengingatkan publik agar tidak memanfaatkan situasi bencana untuk meraup keuntungan, terutama dengan menaikkan harga kebutuhan pokok. “Tolong hatinya dibaik-baikin. Kalau bisa bantu, bantu. Jangan mempersulit,” ujarnya.

Total donasi yang terkumpul mencapai Rp 15.179.230.059, termasuk dukungan besar dari BUMN sebesar Rp 13 miliar. Donasi pribadi juga mengalir, mulai dari Rp 1 miliar kontribusi Sahroni hingga Rp 100 juta dari Judika. Pengelolaan dana dilakukan Iluni UI yang telah menurunkan tim langsung ke lokasi bencana karena akses logistik masih terputus di sejumlah wilayah.

Pemerintah melalui Dirjen Kebudayaan, Ahmad Mahendra, juga memberikan apresiasi atas penyelenggaraan konser ini. Ia menyebut aksi para musisi sebagai bukti hidupnya budaya gotong royong di tengah masyarakat urban. “Partisipasi publik seperti ini memberikan dampak emosional dan sosial yang sangat kuat,” ungkapnya.

- Advertisement -

Para penggagas menyebut konser ini baru langkah awal. Dengan target penggalangan dana hingga Rp 100 miliar, konser lanjutan dan kolaborasi tambahan sedang disiapkan. Konser ini memperlihatkan bahwa ketika bencana datang, solidaritas para musisi mampu menjadi energi pemersatu bagi Indonesia. ich

Read more

NEWS