Jakarta, Channelsatu.com – Dukungan terhadap kesehatan mental dinilai perlu diberikan sejak dini, bukan hanya ketika seseorang sudah mengalami kondisi yang membutuhkan penanganan. Perspektif tersebut menjadi salah satu perhatian Zurich Insurance Group dalam laporan The Value of Mental Health.
Laporan yang diterbitkan pada April 2026 itu melihat persoalan kesehatan mental melalui tiga aspek, yakni manusia, produktivitas, dan sistem perlindungan. Kajian dilakukan di Australia, Chile, Jerman, Malaysia, Uni Emirat Arab, dan Inggris.
Zurich menilai sistem perlindungan, termasuk layanan kesehatan, asuransi, dan jaminan sosial, memiliki peran dalam membantu individu mengenali kebutuhan dukungan serta memperoleh akses yang sesuai.
“Dari sisi perlindungan, kami melihat pentingnya bergerak lebih awal, bukan hanya ketika risiko sudah terjadi. Edukasi dan akses terhadap dukungan yang relevan dan tepat waktu menjadi bagian penting untuk membantu individu menjaga kualitas hidup dan tetap terhubung dengan pekerjaan, keluarga, maupun komunitas,” ujar Edhi Tjahja Negara, Country Manager dan Direktur Utama PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk.
Menurut laporan Zurich, individu dan keluarga masih menanggung bagian besar dari dampak kesehatan mental. Di sejumlah negara yang diteliti, biaya yang dikeluarkan langsung oleh individu serta dukungan tidak berbayar dari keluarga menjadi bagian penting dari keseluruhan beban yang muncul.
Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa dampak kesehatan mental di dunia kerja tidak semata-mata terlihat dari jumlah hari sakit. Persoalan yang lebih besar dapat muncul ketika seseorang kehilangan keterikatan dengan dunia kerja, kesulitan kembali bekerja, atau bahkan tidak pernah masuk ke angkatan kerja.
Di Indonesia, perhatian terhadap deteksi dini kesehatan jiwa juga terus didorong pemerintah. Kementerian Kesehatan mengajak masyarakat mengenali tanda-tanda gangguan jiwa dan mencari pertolongan lebih awal. Menurut Kemenkes, gangguan jiwa dapat dialami siapa saja tanpa mengenal usia, jenis kelamin, maupun status ekonomi.
Zurich Indonesia kemudian mengembangkan program wellbeing sebagai bagian dari proposisi asuransi kesehatan. Program tersebut mencakup empat pilar, yakni kesehatan fisik, mental, sosial, dan finansial.
Berbagai kegiatan dalam program tersebut antara lain seminar dan pemeriksaan kesehatan, konsultasi, aktivitas olahraga, kegiatan sukarela atau volunteering, serta literasi keuangan.
Pendekatan tersebut menempatkan kesehatan mental sebagai bagian dari wellbeing secara menyeluruh. Edukasi dan dukungan diharapkan dapat membantu individu menjaga kualitas hidup sekaligus menghadapi berbagai risiko kehidupan.
“Memasuki usia ke-35 di Indonesia, Zurich ingin terus berjalan bersama masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup,” tutur Edhi.
Melalui pendekatan preventif tersebut, Zurich menempatkan kesehatan mental sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan individu, keluarga, komunitas, dan lingkungan kerja. ich
