Jakarta, Channelsatu.com – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo HR Muhammad Syafii menegaskan dukungannya terhadap tradisi saling memberi di momen Idulfitri.
Menurutnya, budaya berbagi telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sejak lama.
Ia mencontohkan bahwa setiap Lebaran, dirinya menyiapkan uang khusus untuk diberikan kepada cucu, anak-anak di sekitar rumah, serta tetangga yang membutuhkan.
“Agama mengajarkan untuk memberi, bukan meminta. Tangan di atas jauh lebih baik dari tangan di bawah,” pungkas Wamenag Romo Syafii.
Hal ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian, tetapi juga mendidik anak-anak untuk berbagi sejak dini.
Meskipun memberi adalah tindakan mulia, Wamenag Romo Syafii menegaskan bahwa meminta, apalagi dengan cara memaksa, bukanlah hal yang baik dan tidak sesuai dengan ajaran agama maupun budaya masyarakat Indonesia.
Menurutnya, puasa yang dijalankan selama Ramadan juga mengajarkan umat Islam untuk lebih peduli dan melahirkan pribadi yang dermawan.
Dengan demikian, kedermawanan menjadi penting agar harta tidak hanya berputar di kalangan tertentu, melainkan bisa dinikmati secara lebih merata.
Tradisi memberi di Hari Raya Idulfitri memang sudah menjadi kebiasaan yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Dengan semangat berbagi yang tulus dan menghindari praktik meminta secara paksa, diharapkan suasana Lebaran tetap penuh kebahagiaan dan keberkahan bagi seluruh masyarakat. ich
