Jakarta, Channelsatu.com – Sebuah video pengakuan seorang pria yang diduga menjadi korban pemerasan di Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, Banten, viral di media sosial pada Senin, 12 Mei 2025. Dalam video tersebut, pria yang baru saja bekerja di PT Moylek, sebuah perusahaan cat, mengungkapkan pengalaman pahitnya saat diduga diancam dan diperas oleh sekelompok oknum yang mengatasnamakan diri sebagai anggota LSM AKAMSI (Anak Kampung Sini).
Dalam pengakuannya yang terekam dalam video, korban menjelaskan bahwa dirinya baru tiga hari bekerja di perusahaan tersebut. Namun, tiba-tiba ia didatangi oleh beberapa orang yang mengaku dari AKAMSI. Mereka memaksa korban untuk membayar sejumlah uang sebesar Rp6 juta dengan alasan bahwa semua pekerja di perusahaan tersebut wajib membayar “uang wajib” kepada organisasi mereka.
Ancaman yang dilontarkan oleh oknum-oknum tersebut sangat meresahkan. Korban mengaku diancam akan dikeluarkan dari tempat kerjanya jika tidak memenuhi permintaan uang tersebut. Tekanan dan ancaman ini membuat korban merasa takut dan terpaksa mengambil keputusan yang sangat berat.
Lebih lanjut, korban juga meluruskan informasi mengenai proses penerimaannya di PT Moylek. Ia menegaskan bahwa dirinya masuk kerja melalui jalur rekrutmen biasa, melamar sendiri tanpa adanya bantuan atau rekomendasi dari pihak manapun. Selain itu, ia juga tidak pernah dimintai uang sepeser pun oleh pihak perusahaan selama proses melamar hingga diterima bekerja.
Akibat tekanan dan ancaman yang dialaminya, korban dengan nada kecewa mengungkapkan bahwa dirinya akhirnya memilih untuk keluar dari pekerjaannya yang baru seumur jagung tersebut. Keputusan ini tentu sangat disayangkan, mengingat ia baru saja mendapatkan pekerjaan dan harus mengundurkan diri karena ulah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
Kasus dugaan pemerasan ini sontak menimbulkan keresahan yang meluas, terutama di kalangan para tenaga kerja yang bekerja di berbagai perusahaan di kawasan industri Cikande. Para pekerja merasa khawatir akan menjadi korban praktik-praktik premanisme serupa. Korban sendiri berharap agar aparat berwenang dapat segera bertindak tegas untuk memberantas praktik-praktik premanisme yang sangat merugikan masyarakat kecil yang hanya ingin bekerja dengan tenang.
Korban juga menyampaikan pesan yang menyentuh, berharap agar tidak ada lagi orang lain yang mengalami kejadian serupa. Ia menekankan pentingnya tindakan nyata dari aparat agar para pekerja yang hanya ingin mencari nafkah tidak lagi ditindas oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
Reaksi atas video pengakuan korban juga datang dari warga sekitar kawasan industri. Mereka turut mendesak pihak kepolisian dan pemerintah daerah untuk segera menindaklanjuti laporan ini dan memberantas perilaku premanisme yang dianggap meresahkan dan dapat mengganggu ketenangan serta perekonomian para pekerja di wilayah tersebut. Kasus ini telah menjadi perhatian publik yang luas, dengan banyak pihak berharap adanya tindakan cepat dan tegas dari pihak berwenang. ich
