Kota Bogor, Channelsatu.com – Sebanyak tiga unit truk bermuatan bantuan kemanusiaan untuk warga terdampak bencana di Aceh dan wilayah Sumatera resmi dilepas Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, dari Graha Pena Radar Bogor. Pengiriman bantuan ini menjadi wujud kepedulian kolaboratif warga Bogor dalam mendukung proses pemulihan pascabencana.
Dalam sambutannya sebelum pelepasan, Jenal Mutaqin menegaskan bahwa empati menjadi fondasi utama dalam setiap aksi kemanusiaan. Ia mengaku sempat turun langsung ke lokasi bencana bersama Kepala BPBD dan merasakan secara nyata beratnya kondisi yang dihadapi masyarakat terdampak.
“Bapak Ibu, berbicara tentang bantuan ke lokasi bencana, tidak ada kata lain selain empati. Saya yang sempat hadir di sana bersama Kepala BPBD merasakan betul ini adalah pembelajaran hidup,” ujar Jenal Mutaqin.
Tiga truk bantuan tersebut mengangkut total 11 ton logistik senilai Rp1,07 miliar, hasil kolaborasi antara SalamAid, Radar Bogor, JSAN, lembaga publik, serta berbagai komunitas. Menurut Jenal, bantuan ini diyakini akan sangat membantu warga terdampak yang tengah berjuang bangkit dari situasi darurat.
“Masyarakat di sana betul-betul diuji, namun tetap bertahan dan bersyukur. Saya bersyukur warga Bogor sangat peduli. Saya siap memfasilitasi siapa pun yang ingin peduli,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Umum JSAN, Husnan Salam, melaporkan bahwa bantuan kloter kedua ini mencakup berbagai kebutuhan dasar hingga pendukung pemulihan. Bantuan pangan terdiri dari 1,8 ton bahan pangan, 1,8 ton air mineral, serta 12.353 porsi makanan siap saji.
Selain itu, bantuan sandang dan papan meliputi 750 kilogram pakaian dewasa, 1.700 pasang sandal, 287 kilogram selimut, dan 39 kasur. Bantuan pendidikan dan ibadah juga disalurkan berupa 1.867 paket sekolah, tenda sekolah darurat, 833 mushaf Al-Qur’an, serta 329 kilogram perlengkapan ibadah. Sementara untuk balita dan sanitasi disiapkan 353 kilogram makanan bayi dan 546 paket hygiene kit.
“Kami sangat mengapresiasi semua pihak yang terlibat. Kami tegaskan akan terus hadir di lokasi bencana. Sejak H+3 bencana, puluhan relawan kami sudah turun dan bergerak di bidang pendidikan dan kesehatan. Fokus bantuan kali ini adalah proses pemulihan,” jelas Husnan Salam.
Direktur Radar Bogor, Nihrawati, menambahkan bahwa bantuan gelombang kedua ini merupakan bukti nyata kolaborasi lintas elemen masyarakat. “Ini adalah bukti kolaborasi kita. Warga Bogor membuktikan bisa hadir di tengah saudara-saudara kita yang tertimpa kesusahan di Sumatera,” ujarnya.
Pelepasan bantuan tersebut turut disaksikan Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Rio Wahyu Anggoro, serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Bogor, menandai komitmen bersama dalam gerakan kemanusiaan berkelanjutan. ich
