Kota Bogor, Channelsatu.com – Prestasi membanggakan datang dari Kota Bogor setelah tiga siswa berhasil mengharumkan nama Indonesia dalam Olimpiade Matematika Internasional 2025 di Hong Kong. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan keberhasilan ini menjadi bukti bahwa Kota Bogor memiliki generasi muda berbakat yang patut diapresiasi.
Sayyid Arsyad Edi Khumaini dan Fathir Amani Ahnaf dari SMP Negeri 1 Kota Bogor meraih Silver Award Level Secondary 2 dalam ajang Guangdong-Hong Kong-Macao Greater Bay Area Mathematical Olympiad (Big Bay Bei) Final Round 2025. Capaian ini mengukuhkan Bogor sebagai kota yang mampu melahirkan pelajar berkelas dunia.
Sementara itu, Abdullah Khairi Rasyid dari Enderun Islamic Preschool menorehkan prestasi ganda. Di usianya yang baru lima tahun, ia meraih Silver Award di Hong Kong International Mathematical Olympiad (HKIMO) Final Round 2025 dan Bronze Award pada Big Bay Bei Final Round 2025.
Dedie Rachim menyebut pencapaian ini tidak bisa dilepaskan dari dukungan keluarga, guru, dan pembimbing. Ia menekankan bahwa prestasi anak-anak harus dihargai apa pun bidangnya, karena setiap anak memiliki bakat yang berbeda dan berhak mendapatkan kesempatan berkembang.
Menurut Dedie, peran orang tua dalam memahami dan mengarahkan minat anak menjadi kunci penting. Ia berharap prestasi para siswa dapat memotivasi pelajar lain untuk berani mengeksplorasi minat masing-masing.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Herry Karnadi, menilai keberhasilan ini luar biasa. Ia mengingatkan bahwa pencapaian dari tingkat TK hingga SMP di level internasional bukanlah hal mudah, apalagi mampu mengalahkan pesaing dari berbagai negara.
Sayyid Arsyad yang sejak kecil gemar matematika menyebut dirinya bercita-cita menjadi polisi. Fathir Amani yang pernah menyabet medali emas di tingkat nasional mengatakan ingin menjadi dokter gigi. Sementara itu, Abdullah dengan polos menyampaikan keinginannya menjadi pengusaha.
Prestasi ini sekaligus memperlihatkan bahwa anak-anak Bogor tidak hanya membawa pulang medali, tetapi juga membawa semangat baru bagi dunia pendidikan lokal. Keberhasilan mereka menandai lahirnya generasi cerdas yang mampu bersaing di level global.
Prestasi membanggakan datang dari Kota Bogor setelah tiga siswa berhasil mengharumkan nama Indonesia dalam Olimpiade Matematika Internasional 2025 di Hong Kong. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan keberhasilan ini menjadi bukti bahwa Kota Bogor memiliki generasi muda berbakat yang patut diapresiasi.
Sayyid Arsyad Edi Khumaini dan Fathir Amani Ahnaf dari SMP Negeri 1 Kota Bogor meraih Silver Award Level Secondary 2 dalam ajang Guangdong-Hong Kong-Macao Greater Bay Area Mathematical Olympiad (Big Bay Bei) Final Round 2025. Capaian ini mengukuhkan Bogor sebagai kota yang mampu melahirkan pelajar berkelas dunia.
Sementara itu, Abdullah Khairi Rasyid dari Enderun Islamic Preschool menorehkan prestasi ganda. Di usianya yang baru lima tahun, ia meraih Silver Award di Hong Kong International Mathematical Olympiad (HKIMO) Final Round 2025 dan Bronze Award pada Big Bay Bei Final Round 2025.
Dedie Rachim menyebut pencapaian ini tidak bisa dilepaskan dari dukungan keluarga, guru, dan pembimbing. Ia menekankan bahwa prestasi anak-anak harus dihargai apa pun bidangnya, karena setiap anak memiliki bakat yang berbeda dan berhak mendapatkan kesempatan berkembang.
Menurut Dedie, peran orang tua dalam memahami dan mengarahkan minat anak menjadi kunci penting. Ia berharap prestasi para siswa dapat memotivasi pelajar lain untuk berani mengeksplorasi minat masing-masing.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Herry Karnadi, menilai keberhasilan ini luar biasa. Ia mengingatkan bahwa pencapaian dari tingkat TK hingga SMP di level internasional bukanlah hal mudah, apalagi mampu mengalahkan pesaing dari berbagai negara.
Sayyid Arsyad yang sejak kecil gemar matematika menyebut dirinya bercita-cita menjadi polisi. Fathir Amani yang pernah menyabet medali emas di tingkat nasional mengatakan ingin menjadi dokter gigi. Sementara itu, Abdullah dengan polos menyampaikan keinginannya menjadi pengusaha.
Prestasi ini sekaligus memperlihatkan bahwa anak-anak Bogor tidak hanya membawa pulang medali, tetapi juga membawa semangat baru bagi dunia pendidikan lokal. Keberhasilan mereka menandai lahirnya generasi cerdas yang mampu bersaing di level global. ich
