Terbongkar! 30 Kali Beraksi, Komplotan Curanmor Modus “Pinjam Motor” di Tangerang Akhirnya Tumbang

Share

Kota Tangerang, Channelsatu.com – Aksi kejahatan yang selama ini meresahkan warga Tangerang Raya akhirnya menemui titik akhir. Komplotan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang dikenal licin dan sulit dilacak, kini tak berkutik setelah diringkus aparat kepolisian. Dalam pengungkapan yang dilakukan jajaran Polres Metro Tangerang Kota, dua pelaku utama berhasil diamankan usai diketahui telah beraksi di sedikitnya 30 lokasi berbeda.

Penangkapan ini menjadi jawaban atas keresahan masyarakat yang dalam beberapa bulan terakhir kerap kehilangan kendaraan secara misterius. Pelaku utama berinisial MS alias Boby, bersama penadah berinisial TA alias Bokir, terbukti menjalankan aksi terorganisir dengan pola yang terbilang rapi dan penuh perhitungan.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Dr. Raden Muhammad Jauhari, mengungkapkan bahwa pengungkapan ini merupakan hasil kerja panjang penyelidikan intensif dari laporan masyarakat. “Pelaku ini tergolong aktif dan cukup licin, karena telah melakukan aksinya di kurang lebih 30 TKP dengan berbagai modus,” ujarnya.

- Advertisement -

Yang mengejutkan, modus yang digunakan bukan sekadar pencurian biasa. Pelaku kerap memanfaatkan hubungan sosial dan kepercayaan korban. Mereka berpura-pura meminjam kendaraan untuk keperluan sederhana, bahkan menawarkan pekerjaan demi mengelabui target.

“Modusnya beragam, ada yang berpura-pura meminjam motor, ada juga yang berkenalan lewat media sosial dan mengiming-imingi pekerjaan. Setelah itu kendaraan dibawa kabur dan dijual,” jelas Jauhari.

Dalam praktiknya, kendaraan hasil curian langsung dijual kepada penadah dengan harga jauh di bawah pasaran. Peran penadah bukan sekadar pembeli, melainkan bagian dari skema kejahatan yang turut menyediakan modal dan jalur distribusi kendaraan ilegal tersebut.

Dari pengungkapan ini, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti, mulai dari beberapa unit sepeda motor, satu mobil, pelat nomor palsu, hingga telepon genggam yang digunakan untuk berkomunikasi antar pelaku.

- Advertisement -

Pihak kepolisian memastikan, pengungkapan ini belum menjadi akhir. “Kami akan kembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringan lainnya, termasuk pihak-pihak yang turut membantu penjualan kendaraan hasil kejahatan,” tegas Jauhari.

Kasus ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat agar tidak mudah percaya, terutama kepada orang yang baru dikenal. Di balik modus sederhana, tersimpan kejahatan terstruktur yang bisa merugikan dalam sekejap. ich

Read more

NEWS