Jakarta, Channelsatu.com – Pengumuman line-up Synchronize Fest 2025 menegaskan festival ini sebagai ruang inklusif bagi semua genre musik. Dari jazz, pop, dangdut, hingga punk rock, deretan musisi yang diumumkan seolah menjanjikan pengalaman lintas rasa dalam tiga hari penuh. Tidak hanya bintang utama, kehadiran kolektif musik sebagai kurator panggung memberi nuansa segar dan berbeda.
Hari pertama dipastikan akan menjadi pembuka spektakuler. Barry Likumahuwa bersama Teddy Adhitya, Matthew Sayersz, dan Audrey Tapiheru menyajikan jazz rock, sementara Pamungkas tampil dalam format baru bersama Strings Ensemble. Ada pula Jatiwangi Art Factory yang menghadirkan pertunjukan seni tradisi dengan sentuhan modern.
Hari kedua menampilkan kejutan besar lewat Andien yang kembali membawakan album legendaris *Kinanti*. Kolaborasi megah Diskoria Orchestra bersama BCL dan Dira Sugandi juga jadi magnet penonton. Sementara proyek Guruh Gipsy menghidupkan kembali semangat album legendaris 1977 dengan sentuhan rock modern dan musik Bali.
Tak kalah menarik, ada penampilan unik seperti “Musik dari Rangga & Cinta” yang membangkitkan kisah ikonik film remaja Indonesia, hingga kolektif hip-hop Onar yang akhirnya kembali ke panggung besar setelah lama vakum. Pee Wee Gaskins juga akan tampil dengan sejumlah kolaborator lintas band.
Hari ketiga dipastikan menjadi puncak emosi festival. Sebuah tribute untuk Gusti Irwan Wibowo akan digelar dengan melibatkan nama-nama besar seperti Ardhito Pramono, Danilla Riyadi, dan Sal Priadi. Kolaborasi Elvy Sukaesih dengan Tokyo Ska Paradise Orchestra juga menjadi suguhan bersejarah yang mempertemukan dangdut dengan ska Jepang.
Nostalgia era 2000-an hadir lewat Centil Era dengan Astrid, Shanty, hingga Duo Maia. Sementara Superman Is Dead merayakan 30 tahun perjalanan mereka dengan deretan lagu hits yang membangkitkan semangat punk rock.
Synchronize Fest bukan hanya tentang musik, melainkan pengalaman menyeluruh. Perpaduan kolaborasi lintas generasi, genre, dan panggung tematik menjadikannya festival musik paling dinanti tahun ini.
Dengan tiket yang sudah mulai dijual sejak 1 September, ribuan penonton dipastikan memadati Gambir Expo Kemayoran. Festival ini sekali lagi membuktikan diri sebagai ruang pertemuan musik Indonesia yang merayakan keberagaman dengan meriah. ich
