Jakarta, Channelsatu.com – Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) menggelar AESI Solar Run 2026 di kawasan Car Free Day Jakarta, Minggu (9/8/2026). Kegiatan yang mengusung gerakan #Run4TheSun tersebut menggandeng Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dewan Energi Nasional (DEN), serta PT PLN (Persero).
Sebanyak 500 peserta mengikuti ajang lari dengan kategori 5K dan 10K. Para peserta menempuh rute dari Jalan M.H. Thamrin hingga Jalan Sudirman, Jakarta, sembari membawa pesan mengenai pentingnya pemanfaatan energi surya dalam kehidupan sehari-hari.
Digelar menjelang momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Solar Run 2026 tidak sekadar menjadi kegiatan olahraga. AESI menjadikan momentum tersebut sebagai sarana untuk menghubungkan semangat kemandirian bangsa dengan kemandirian energi melalui pemanfaatan tenaga surya.
Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan Kementerian ESDM, **Prof. Dr. Tirta Nugraha Mursitama**, yang hadir mewakili Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Prof. Ahmad Erani Yustika, mengatakan pemerintah tengah mendorong pembangunan ekosistem energi surya secara masif.
“Run for the Sun merupakan suatu event yang sangat positif, karena pemerintah ingin mendorong ekosistem dari energi surya secara masif,” ujar Tirta.
Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa upaya membangun Indonesia yang sehat juga dapat berjalan beriringan dengan penguatan pasokan energi bersih.
“Tidak hanya kita lari sehat, tapi juga memulai Indonesia sehat, dari pasokan energi surya,” katanya.
Sementara itu, Direktur Manajemen Risiko PT PLN (Persero), Denny Triyanto, mengibaratkan perjalanan menuju transisi energi seperti lari jarak jauh yang membutuhkan daya tahan dan kerja sama.
“Transisi energi itu seperti lari jarak jauh. Kita sama-sama tahu finish line-nya, yang penting adalah untuk sampai ke sana kita perlu endurance, pace, dan yang lebih seru lagi, kita kerjakan bersama,” tutur Denny.
Ia menegaskan, pengembangan energi bersih, termasuk energi surya, tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Kolaborasi antara pemerintah, industri, PLN, asosiasi, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mempercepat transisi energi.
Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional, Dr. Ir. Dadan Kusdiana, turut ambil bagian dalam kategori 10K. Ia menilai keterlibatan pemerintah, asosiasi, dan masyarakat dalam satu kegiatan menjadi gambaran positif mengenai semangat kolaborasi.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendirian dalam mendorong pemanfaatan energi surya,” ujar Dadan.
Menurutnya, pendekatan melalui kegiatan yang dekat dengan keseharian masyarakat dapat membantu memperkenalkan isu transisi energi secara lebih mudah.
Ketua Acara AESI Solar Run 2026 sekaligus Wakil Ketua Umum AESI Bidang Riset dan Teknologi, I Made Aditya Suryawidya, mengatakan format lari dipilih sebagai pintu masuk yang sederhana agar masyarakat lebih mudah mengenal energi surya.
“Kami sengaja memilih format fun run karena lari adalah kegiatan yang bisa dilakukan siapa saja,” kata Aditya.
Ia menambahkan, tidak semua masyarakat tertarik membaca dokumen kebijakan energi, tetapi kegiatan olahraga dapat menjadi ruang untuk membuka percakapan mengenai pemanfaatan energi surya.
“Melalui olahraga bersama, kami ingin kehadiran energi surya semakin terasa dalam keseharian masyarakat,” ujarnya.
Ketua Umum AESI, Mada Ayu Habsari, menambahkan bahwa antusiasme peserta Solar Run merupakan simbol dukungan terhadap pembangunan ekosistem energi surya nasional.
“Transisi energi surya adalah impian dan agenda nasional kita. Untuk itu, AESI hadir berkolaborasi dengan ESDM dan juga PLN agar dapat mewujudkan misi besar dari Presiden kita,” kata Mada.
Ia berharap kolaborasi lintas pemangku kepentingan dapat semakin memperkuat ekosistem energi surya, termasuk melalui berbagai program yang tengah berjalan.
Melalui Solar Run 2026, AESI juga mendorong peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan Solar PV di sektor rumah tangga, komersial, hingga industri.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi kampanye bahwa pemanfaatan energi bersih dapat dimulai dari lingkungan paling dekat dengan masyarakat, termasuk dari atap rumah sendiri. ich
