Senin , 6 Desember 2021
Home / Showbiz / Sinopsis / Sayur Asem Makanan Tanggung Bulan

Sayur Asem Makanan Tanggung Bulan

Jakarta, channelsatu: Almarhum Benyamin Sueb, seniman besar asli Betawi (cikal bakal kota metropolitan Jakarta) dalam salah satu lagunya bilang bahwa sayur asem adalah makanan tanggung bulan.

Ketika kantong sudah menipis, dan gaji bulan berikut masih jauh, maka para istri memasak sayur asem untuk hidangan keluarga.

Lirik lagu yang dilantunkan almarhum Benyamin Sueb memang berdasarkan kenyataan, pada zamannya. Mengingat dulu di Betawi, sayur asem adalah makanan kebanyakan. Di lingkungan masyarakat Betawi pinggiran, semua bahan yang diperlukan untuk membuat sayur asem tersedia di kebon sendiri.

Jadi, untuk membuatnya tinggal petik. Tidak perlu pergi ke pasar. Bahan makanan dapat diperoleh dengan gratis, hal itulah sayur asem disebut makanan tanggung bulan. Murah meriah. Kini, zaman sudah berubah pesat, serta sedikit sekali kebun, maklum sudah menjadi mal atau real estete, sehingga makanan sayur asem naik tingkat. Makanan inipun  digemari orang berduit.

Saya mendapat pesan pendek dari seseorang berduit, salah satu pimpinan tertinggi perusahaan periklanan, yang menyatakan ada sayur asem paling enak di Jakarta, persisnya di Jalan Kayu Putih, Pulo Mas, Jakarta Timur. Letak  tempat jualan makanan sayur asem ini di pinggir salah satu taman Pulo Mas di Jalan Kayu Putih, dan bukanlah suatu restoran. Melainkan warung tenda yang demikian sederhana.

Selintas , dari jauh kelihatan seperti warung kaki lima yang bukan menjual makanan. Tapi jangan salah sangka, justru di warung tenda plastik berwana biru itu, rekan saya yang menjabat sebagai direktur biro iklan termehek mehek dengan menu sayur asem, yang katanya terjempol di Jakarta.

Warga di sekitar warung tenda biru menyebut sebagai Warung Engkong. Dan memang sayur asem andalan warung tersebut. Mulai dibuka sejak 1982, sudah tiga belas tahun berdiri, serta dikelola secara keluarga. Tidak diingkari merupakan bisnis keluarga. Warung ini dulu punya kakek saya,  kata Ibu Asmawati yang sapaan akrabnya bu As.

Seporsi sayur asem Warung Engkong sekitar Rp 12.000,- Tidaklah terlalu mahal. Dan larisnya tidak ketulungan. Dalam waktu lima jam sayur asem yang disajikan (di) Warung Engkong  pasti habis.  Tidak heran dalam satu bulan, menurut penuturan bu As, untung yang didapat diraih mencapai satu juta rupiah hingga dua juta rupiah. 

Kendati disebut sayur asem, tetapi rasanya campur-capur. Ada sedikit pedas, sedikit asem, dan tentu saja gurih. Rahasinya terdapat pada bahan campurannya, seperti jagung, buah melinjo, oncom dan teristimewa jengkol. Terdapat pula variasi bahan tambahan lain. Yakni biji beton alias biji buah nangka, dan kelentang (buah daun kelor).

Diakui kedua jenis bahan itu sudah jarang ditemui lagi, saat ini. Ada juga variasi lain yang menambah dengan irisan daging. Sebetulnya soal inilah yang menjadikan sayur asem Betawi kian khas, dibanding sayur asem dari daerah lain.

Sayur Asem Warung Engkon benar-benar beda. Kata bu As,  tidak menggunakan resep rahasia dalam mengolah sayur asem. Bumbunya sama saja seperti sayur asem lain. Namun kok begitu enak tenan. Bisa jadi karena ada sambal ijo, yang menyertai sayur asem Warung Engkong. Serta banyak sekali kacang-kacangan yang terdiri kacang bogor dan kacang tanah yang tidak dikupas kulitnya.

Betul-betu rasanya segar sekali. Ada perpaduan rasa asam sekaligus pedas. Anda yang suka pedas, tentu sambal ijo tidak bisa dipisahkan.  Menu tambahan sayur asem yakni bermacam ragam ikan goreng dan rempeyek. Tentang makanan rempeyek, sungguh renyah, dan kata lain bahwa sayur asem produk Warung Engkong terasa pas. Segar serta memanjakan lidah.

Untuk pertama kali Anda menyantap sayur asem Warung Ekong, nah tahap berikutnya pasti ketagihan. Ditanggung Anda bakal lahap menyantapnya. 

Di luar urusan itu, betapa sayur asem ialah jenis makanan yang sangat sehat Mengingat bahan dasar makanan yang sebagian besar berasal dari sayuran segar. Jelasnya sarat unsur protein dan zat yang dibutuhkan tubuh.

Singkat cerita silahkan buktikan sendiri, dan jangan ragu untuk berkunjung ke Warung Engkong  di Jalan  Kayu Putih, Pulo Mas, Jakarta Timur.  (Syamsudin Noer Moenadi,  jurnalis dan pemerhati kuliner) .

About ibra

Check Also

Ketum Pafindo dan Asisten Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Kebudayaan, Prof Agus Suradika

Ketum Pafindo Gion Prabowo, “Ini Bukan Pepesan Kosong”

Jakarta, channelsatu.com:”Kantor kita di Jakarta. Cari makan di Jakarta. Rumah kita di Jakarta. Tentu sudah …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *