Jakarta, Channelsatu.com – Di tengah arus cepat industri musik digital, IKAPUTRI justru mempertegas identitasnya sebagai vokalis yang mengedepankan kualitas interpretasi. Single “Sadis” yang ia rilis sebagai penanda comeback membuktikan bahwa kekuatan emosi dan karakter suara masih menjadi daya tarik utama di tengah dominasi tren viral.
Setelah hampir satu dekade hiatus, IKAPUTRI tidak datang dengan strategi instan. Ia memetakan ulang pasar, membangun tim kreatif lintas generasi, dan menggabungkan pendekatan konvensional seperti visit radio dengan penetrasi playlist digital. Strategi ini menjadi fondasi penting dalam membangun awareness yang berkelanjutan.
Lagu “Sadis” karya Bebi Romeo dipilih bukan semata karena popularitasnya, melainkan karena kedalaman emosinya. Ika menghadirkan interpretasi yang lebih kontemplatif, meminimalkan ledakan dramatik, dan menonjolkan artikulasi vokal yang matang.
Aransemen yang digarap Irwan Simanjuntak memberi ruang luas bagi vokal Ika untuk “bernapas”. Pendekatan minimalis namun elegan ini menghadirkan nuansa baru yang berbeda dari versi sebelumnya.
Capaian lebih dari 115 ribu streams dalam waktu singkat memperlihatkan respons audiens yang positif. Lagu ini bahkan menembus sejumlah Official Playlist Spotify, memperkuat posisi IKAPUTRI di era kurasi digital.
Jejak internasionalnya di Shanghai Music Festival dan nominasi di AMI Awards menjadi legitimasi bahwa kualitas vokalnya telah teruji.
Dengan dukungan Trinity Optima Production sebagai aggregator, IKAPUTRI kini kembali menegaskan eksistensinya. Comeback ini bukan sekadar kembali bernyanyi, melainkan reposisi strategis seorang diva yang memahami zaman.
