Robot Waste Finder Karya Anak Madrasah Curi Perhatian di Expo Nasional Tangerang

Share

Kota Tangerang, Channelsatu.com – Kreativitas dan inovasi teknologi karya pelajar madrasah memukau ribuan pengunjung pada Expo Madrasah Nasional yang digelar di Grand El-Hajj, Cipondoh, Kota Tangerang. Pameran ini menjadi bagian dari rangkaian Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025, yang mempertemukan ide-ide cemerlang siswa madrasah dari seluruh Indonesia dalam bidang sains, teknologi, dan robotika.

Dari deretan karya yang dipamerkan, inovasi robotika dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Malang menjadi pusat perhatian. Dua siswa muda berbakat, Muhammad Abiyyu Putra Fanani dan Luthfia Zahra Talita, memperkenalkan karya mereka berjudul “Robot Waste Finder”, sebuah robot mungil berukuran 20 cm x 19 cm x 16 cm yang mampu mengidentifikasi sampah organik dan anorganik secara otomatis.

Robot ini tidak hanya menjadi karya ilmiah semata, tetapi juga mengandung pesan moral kuat tentang kepedulian lingkungan. Melalui teknologi sederhana namun fungsional, Abiyyu dan Luthfia berharap inovasi mereka dapat mendukung program sekolah hijau yang tengah digencarkan di berbagai madrasah. “Kami sangat bersyukur bisa membawa karya ini ke Expo Madrasah Nasional. Ini kesempatan luar biasa untuk menunjukkan bahwa anak madrasah juga bisa berinovasi dan peduli pada isu lingkungan,” ujar Siti Aisah, guru pembimbing MIN 1 Kota Malang.

- Advertisement -

Siti menuturkan, “Robot Waste Finder” sebelumnya telah mencatat prestasi gemilang sebagai finalis Madrasah Robotics Competition (MRC) 2025 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI. Keikutsertaan di OMI 2025 menjadi langkah lanjutan untuk memperkenalkan karya mereka kepada publik yang lebih luas, sekaligus memacu semangat siswa madrasah lain untuk berani berinovasi di bidang teknologi.

Selain karya dari MIN 1 Kota Malang, Expo Madrasah Nasional juga menampilkan sederet inovasi menakjubkan lainnya. Salah satunya adalah “Smart Pillow” karya Fathir Mohammad Ikhsan dari MAN 1 Sukabumi, yang menciptakan bantal pintar berbasis Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) untuk membantu penderita insomnia mendapatkan kualitas tidur lebih baik.

Tak kalah menarik, inovasi “Fisher-SOS” dari MTs Abadiyah Pati juga mencuri perhatian. Alat komunikasi darurat bagi nelayan ini dirancang menggunakan teknologi GNSS dan LoRa yang terintegrasi dengan sistem IoT, membantu nelayan mengirim sinyal darurat saat berada di laut tanpa jangkauan sinyal seluler.

Pameran inovasi yang berlangsung selama tiga hari ini menjadi bukti nyata bahwa madrasah kini bukan hanya tempat menimba ilmu agama, tetapi juga wadah lahirnya generasi cerdas, kreatif, dan berwawasan teknologi. Ribuan pengunjung dari berbagai daerah datang untuk melihat langsung bagaimana siswa madrasah menafsirkan sains dan teknologi dalam karya yang relevan dengan kehidupan masyarakat.

- Advertisement -

Antusiasme pengunjung yang tinggi menunjukkan apresiasi publik terhadap kebangkitan inovasi dari lembaga pendidikan Islam. Expo ini sekaligus menjadi momentum penting untuk menghapus stigma lama bahwa madrasah hanya fokus pada bidang keagamaan, padahal kini mereka tampil sejajar dengan sekolah umum dalam menghasilkan inovasi teknologi berdaya guna bagi bangsa.

Melalui semangat kolaborasi, kreativitas, dan kecintaan pada ilmu pengetahuan, anak-anak madrasah dari seluruh Indonesia membuktikan bahwa masa depan teknologi nasional juga bisa tumbuh dari ruang-ruang kelas sederhana yang penuh semangat belajar dan keyakinan bahwa “dari madrasah lahir inovator bangsa.” ich

Read more

NEWS