Channelsatu.com, BATANG, 24 September 2026 | — SIMPATI Woman Rally Team (SWRT) kembali bersiap menghadapi tantangan baru pada Putaran 4 Kejurnas Sprint Rally 2026. Ajang ini digelar di Sirkuit Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Jawa Tengah, pada 26–27 September 2026.
Lintasan dengan permukaan gravel yang cepat, berdebu, dan penuh tikungan teknis menjadi ujian bagi ketiga pereli perempuan andalan tim: Diva Zahra, Patricia Revalina, dan Larasati.

Karakter Lintasan: Cepat, Teknis, dan Berdebu
Sirkuit KITB menawarkan karakter yang berbeda dibandingkan putaran-putaran sebelumnya. Lintasan ini dikenal cepat, namun bukan berarti bisa dilewati hanya dengan mengandalkan kecepatan semata.
Sejumlah tikungan patah dan tikungan beruntun menuntut pengereman presisi, perubahan arah seketika, serta kemampuan menjaga momentum. Kontur tanah yang naik-turun menambah kerumitan teknis.
Faktor debu dari permukaan tanah merah menjadi tantangan tersendiri. Debu tebal dapat mengurangi jarak pandang pereli maupun navigator.
Ditambah angin pantai yang cukup kencang di kawasan Batang, visibilitas menjadi aset berharga. Dengan lebar lintasan yang terbatas, setiap keputusan arah harus diambil dengan tepat dan cepat.

“Lintasan KITB ini karakternya cepat, tetapi bukan berarti bisa dilewati hanya dengan mengandalkan keberanian. Ada tikungan patah, tikungan beruntun, kemudian perubahan elevasi dengan bagian naik dan turun. Pereli harus benar-benar jeli melihat kondisi lintasan dan mengeluarkan seluruh skill mengemudi yang dimiliki,” ujar Rifat Sungkar, pereli nasional sekaligus mentor SWRT.
Peran Navigator: Komunikasi adalah Kunci
Dalam kondisi pandang yang terbatas, kerja sama pereli dan navigator menjadi penentu keberhasilan. Pacenote harus akurat, komunikasi tegas, dan reaksi seketika karena kesalahan kecil di lintasan sempit dapat berdampak besar.
“Navigator harus sangat detail dan presisi dalam membuat maupun membaca pacenote. Ketika lintasan cepat dan pandangan bisa terganggu debu, komunikasi antara pereli dan navigator harus semakin akurat. Kesalahan kecil dalam membaca pacenote bisa berdampak besar karena lintasannya tidak terlalu lebar,” lanjut Rifat.
Target Utama: Poin Tim, Bukan Hanya Individu

Bagi SWRT, kehadiran di KITB bukan sekadar soal posisi individu. Fokus utama adalah mengumpulkan poin sebanyak mungkin sebagai tim.
Diva, Patricia, dan Larasati diharapkan tampil konsisten sejak Special Stage (SS) pertama hingga terakhir, meminimalkan kesalahan, dan menyumbang angka bagi peringkat tim.
“Kami ingin ketiga pereli SWRT bisa tampil konsisten. Target kami adalah mengumpulkan poin sebanyak mungkin sebagai tim. Jadi bukan hanya melihat siapa yang finis paling depan, tetapi bagaimana Diva, Patricia, dan Larasati sama-sama bisa menyelesaikan setiap SS dengan performa terbaik dan memberikan kontribusi bagi tim,” kata Rifat.
Diva Zahra: Pertahankan Konsistensi di Papan Atas
Perhatian juga tertuju pada Diva Zahra, yang di putaran-putaran sebelumnya telah menunjukkan kemampuan bersaing di papan atas bersama mayoritas peserta pria. Tantangan berikutnya adalah menjaga ritme tersebut di lintasan KITB yang unik.
“Diva sudah menunjukkan bahwa dia mampu bersaing di papan atas bersama para pereli pria. Yang paling penting sekarang adalah bagaimana dia bisa menjaga konsistensi tersebut. Setiap putaran pasti memiliki tantangan berbeda, dan Sirkuit KITB akan menjadi ujian berikutnya untuk melihat bagaimana dia membaca lintasan, mengelola kecepatan, dan menjaga konsistensi dari SS ke SS,” ujar Rifat.
Didukung Telkomsel SIMPATI
Kiprah SWRT di Kejurnas Sprint Rally 2026 terus didukung oleh Telkomsel melalui brand SIMPATI. Dukungan ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang untuk mendorong prestasi motorsport nasional sekaligus membuka ruang bagi talenta perempuan Indonesia berkembang di dunia balap reli. (*)
– Putra Bumi R
