Kota Tangerang, Channelsatu.com – Kota Tangerang akan kembali diramaikan oleh ribuan warga dalam perhelatan tradisi Jalan Sarungan yang digelar dalam rangka Festival Al-A’zhom ke-12, Minggu, 6 Juli 2025. Acara ini menjadi momen tahunan yang dinanti sebagai wujud ekspresi budaya lokal sekaligus semangat kebersamaan di ruang perkotaan.
Ketua Panitia Festival, Ismail, mengatakan bahwa Jalan Sarungan bukan hanya menjadi bagian dari agenda seremonial, tetapi telah menjelma menjadi identitas budaya Kota Tangerang sebagai Kota Akhlakul Karimah. Ia menekankan bahwa acara ini terbuka bagi semua kalangan dan diharapkan menjadi titik temu masyarakat dari berbagai latar belakang.
Yang menarik, tahun ini pelaksanaan Jalan Sarungan akan dihiasi dengan peluncuran sarung batik Tetengger, motif khas hasil kreasi warga Kota Tangerang. Ribuan peserta akan mengenakan sarung ini serentak, menandai pelestarian budaya lokal dalam balutan modernitas. Kehadiran sarung tersebut juga menjadi daya tarik visual sekaligus medium promosi ekonomi kreatif masyarakat.
Kegiatan dimulai dari Taman Elektrik dan akan menyusuri sejumlah jalan utama, termasuk Jalan Satria Sudirman, Jalan TMP Taruna, Windu Karya, hingga Daan Mogot dan Benteng Raya, sebelum kembali ke Masjid Raya Al-A’zhom sebagai titik akhir. Rute ini dipilih agar masyarakat luas dapat menyaksikan langsung semarak budaya yang dipertontonkan dengan damai dan meriah.
Ismail menyebutkan bahwa Jalan Sarungan dapat menjadi ruang interaksi publik yang inklusif, tidak terbatas pada kelompok tertentu. Santri, tokoh masyarakat, pejabat, hingga warga biasa semua akan berjalan berdampingan dengan semangat sama: merayakan harmoni, toleransi, dan cinta terhadap nilai-nilai tradisi Islam nusantara.
Festival Al-A’zhom bukan sekadar agenda keagamaan, tetapi telah tumbuh menjadi festival kebudayaan urban yang mampu memperkuat citra positif Kota Tangerang. Kehadiran peserta dalam jumlah besar setiap tahunnya menunjukkan antusiasme warga terhadap nilai-nilai yang diwariskan secara turun-temurun.
Pemkot Tangerang juga mengajak seluruh warga untuk aktif menyebarkan semangat festival melalui media sosial. Akun resmi seperti @tangerangkota dan @festivalalazhom menjadi kanal interaksi masyarakat, sekaligus memperluas gaung festival ini secara digital di luar wilayah Kota Tangerang.
Melalui tradisi seperti Jalan Sarungan, Kota Tangerang memperlihatkan bahwa pembangunan kota yang maju tidak harus melupakan akar budayanya. Justru lewat warisan budaya inilah, kota bisa tumbuh sebagai tempat yang manusiawi, inklusif, dan kaya makna bagi seluruh warganya. ich
