Jakarta, Channelsatu.com – Tujuh tahun lalu, Ravi Febrian hanyalah remaja 18 tahun dari Garut yang menolak menyerah pada keterbatasan. Kini, di usianya ke-25, ia menjadi simbol kebangkitan UMKM kreatif melalui brand **Ideku Rajut**, yang sukses menembus pasar nasional berkat konsistensi dan dukungan platform digital **Shopee**. Dengan tangan-tangan pengrajin lokal, Ravi membuktikan bahwa rajutan bukan sekadar kain, tetapi cerita tentang ketekunan, kesabaran, dan cinta pada budaya.
Perjalanan Ideku Rajut dimulai dari nol—tanpa modal besar, tanpa jaringan luas, hanya dengan satu mesin rajut manual peninggalan lama dan tekad untuk hidup dari keterampilan tangan. Pandemi sempat memaksanya berhenti berjualan offline, hingga ia memutuskan untuk membuka toko di Shopee pada 2020. Dari situlah perubahan besar dimulai.
Hanya dalam setahun, toko Ideku Rajut resmi bergabung di **Shopee Mall** pada 2021, menandai langkah besar dalam perjalanan digital Ravi. “Ini bukan sekadar bisnis, tapi komitmen untuk terus menjaga kualitas dan membawa produk rajut lokal ke ruang modern tanpa kehilangan jiwanya,” ujar Ravi Febrian.
Produk ciput rajut, cardigan, manset, dan topi kupluk karyanya kini laku keras—lebih dari 10.000 produk terjual setiap bulan. Momentum terbesar terjadi saat kampanye **Shopee 7.7 Shopee Mall 2025**, ketika penjualan meningkat lima kali lipat dibandingkan hari biasa. Menurut Ravi, fitur **Iklan Shopee, Shopee Video, dan Shopee Affiliate Program** membantu meningkatkan jangkauan promosi sekaligus membangun komunitas pelanggan yang loyal.
Di balik layar, seluruh proses produksi tetap dilakukan di Garut, melibatkan puluhan warga lokal—ibu rumah tangga, pemuda, hingga kepala keluarga. Setiap produk menggunakan **knitting technology fabric** bersertifikat **OEKO-TEX**, memastikan keamanan dan ramah lingkungan. Tak ada produk yang dijual di atas Rp100.000, tetapi semua dikemas dengan elegan menggunakan pouch sablon mika estetik.
Kini, Ravi tengah menyiapkan momen besar berikutnya, yakni kampanye **Shopee 12.12 Birthday Sale 2025**, dengan harapan peningkatan penjualan melebihi tahun sebelumnya. “Benang itu seperti waktu—ia menunggu sampai kita tahu ingin jadi apa,” tutup Ravi, mengingatkan bahwa kesabaran adalah kunci setiap simpul sukses.
