Jakarta, Channelsatu.com – Ramai fenomena judi online (judol), narkoba, hingga bunuh diri dinilai karena adanya problem moral dan rohani yang melanda bangsa Indonesia. Pandangan ini disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, dikutip dari situs resmi Muhammadiyah, Rabu (1/1/2025).
“Judi online itu ternyata ngeri, begitu pula narkoba, bunuh diri, hingga pembunuhan di lingkungan keluarga. Ibu membunuh anak, anak membunuh ibu atau ayah, dan seterusnya. Ini mencerminkan adanya problem moral, etika, dan rohani yang membuat bangsa ini ringkih,” kata Haedar.
Haedar menjelaskan, agama harus hadir sebagai solusi untuk menanggulangi berbagai persoalan tersebut. Kata dia, agama harus menjadi kanopi suci, tempat perlindungan yang melindungi kita dari panas dan hujan.
“Agama harus menjadi petunjuk ketika manusia kehilangan arah, tidak tahu mana yang benar atau salah, yang baik atau buruk,” tegasnya.
Baca juga: Penjelasan Menteri Hukum soal Amnesti Koruptor
Namun, ia juga mengkritik peran agama yang dinilai semakin tumpul akibat berbagai faktor internal maupun eksternal. Menurutnya, tumpulnya fungsi agama disebabkan oleh cara penyampaian agama yang sering kali hanya menyentuh aspek-aspek dangkal.
“Bahkan, di era sekarang, agama menjadi seperti hiburan (entertainment). Tokoh agama yang paling laris di masyarakat adalah mereka yang lebih banyak menawarkan hiburan daripada substansi agama,” jelasnya.
Ia menyoroti pentingnya mengajarkan nilai-nilai esensial agama, seperti tujuan hidup, kesadaran akan kematian, dan makna sakral dalam kehidupan. Haedar juga menyinggung proses penumpulan agama yang terjadi akibat sekularisasi dalam sistem kehidupan.
“Sehari-hari, kita disibukkan dengan isu radikalisme, seolah-olah itu menjadi fokus utama, sementara fungsi agama yang lain terabaikan,” tutupnya.
Kemkomdigi Tindak Konten Terkait Judol
Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) melalui Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika (PAI) telah menindak 8.086 konten terkait judi online (judol).
Konten yang diturunkan mencakup 6.722 situs web, 954 di platform Meta, 279 file sharing, 77 pada platform Google/YouTube, dan 54 di Twitter.
Sejak Kabinet Merah Putih mulai bekerja pada 20 Oktober hingga 8 November 2024, Kemkomdigi telah secara akumulatif menindak 249.503 konten perjudian. Penindakan terbaru adalah akun populer dengan 99.700 pengikut, @dewi69official.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang aktif melaporkan konten negatif. Ini menunjukkan komitmen kami dalam memberantas perjudian online tanpa pandang bulu, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menkomdigi Meutya Hafid,” ujar Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP) Kemkomdigi, Prabunindya Revta Revolusi, di Jakarta, Jumat (8/11/2024).
Prabu pun kembali mengingatkan masyarakat mengenai bahaya oknum yang mencari orang untuk menjadi pengepul rekening guna mendukung transaksi judol.
“Mereka biasanya merekrut dengan iming-iming bayaran besar untuk membuka atau meminjamkan rekening bank. Namun, ini sangat berbahaya dan ilegal,” jelasnya. (Fjr)
