Jakarta, Channelsatu.com – Bertema ‘kita sehati seprofesi menguatkan kolaborasi dan advokasi untuk kesejahteraan pekerja film’, organisasi Karyawan Film dan Televisi (KFT) menggelar sidang dan diskusi menjelang pra Kongresnya ke XV pada 5 Desember 2024 di PPHUI, Jakarta.
“Di pra Kongres ini, kita membahas isu tentang revisi anggaran dasar dan tata kelola organisasi sampai program kerja meningkatkan kesejahteraan pekerja film dan televisi di Indonesia,” ujar Ketua Panpel, Nashruddin H Pali.
Sidang Pleno dibagi menjadi 4 bagian. Sidang Pleno 1 dipimpin Naswan Iskandar sebagai Steering Commitee (SC) mensahkan kuorum, tata tertib dan agenda kegiatan. Sidang Pleno 2 dipimpin M Fikri berfokus bahas revisi AD dan ART KFT.
“Hal ini sangat penting yang relevan dengan kebutuhan organisasi ditengah dinamika industri film saat ini,” ujar M Fikri.
Setelah istirahat, dilanjutkan acara diskusi dengan 3 nara sumber yaitu Sonu Samtani (produser), Rully Sofyan (advokat) dan Zeezee Shahab (pekerja film).

Diskusi yang berjalan selama 45 menit ini sangat diminati peserta yang antusias melontarkan pertanyaan sekitar masalah film/televisi dan kontrak kerja.
Sidang Pleno 3 membahas program kerja KFT. “Visi dan misi KFT kita bahas untuk jangka waktu 5 tahun ke depan,” beber Karsono Hadi yang memimpin sidang. Terakhir sidang Pleno 4 dipimpin Wulansari.
Sidang pra Kongres ini ditutup pukul 21.30 dan seluruh rangkaian kegiatan telah disahkan oleh Panpel. Dan Kongres 15 KFT akan berlanjut di Usmar Ismail Hall, PPHUI, Jakarta tanggal 5 Desember 2024.
KFT adalah organisasi profesi perfilman yang termasuk dalam Sapta Tunggal Perfilman yang meliputi Parfi, PPFI, GPBSI, GASFI, Perfiki dan GASI ditambah PWI Jaya Sie Film, Musik dan Kebudayaan plus YPPHUI. (Tyo)
