Jakarta, Channelsatu.com – Plaud, perusahaan teknologi yang mengembangkan perangkat AI wearable untuk mendukung aktivitas profesional, resmi memperkenalkan produknya di Indonesia. Kehadiran tersebut ditandai dengan peluncuran dua perangkat, yakni Plaud Note Pro dan NotePin S.
Kedua perangkat dirancang untuk membantu pengguna merekam percakapan secara langsung, kemudian mengubahnya menjadi transkrip, rangkuman terstruktur, hingga informasi yang dapat ditindaklanjuti. Teknologi Plaud mendukung transkripsi lebih dari 112 bahasa, termasuk Bahasa Indonesia, Jawa, dan Sunda.
Kehadiran Plaud di Indonesia menyasar kebutuhan profesional yang semakin akrab dengan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI). Berdasarkan survei Global Workforce Hopes and Fears 2025 dari PwC, sebanyak 69 persen responden Indonesia telah menggunakan AI untuk bekerja. Sementara Microsoft melalui Work Trend Index 2025 mencatat 88 persen pekerja Indonesia merasa tidak memiliki cukup waktu atau energi untuk menyelesaikan pekerjaan mereka.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Plaud mengembangkan perangkat yang dapat mengurangi pekerjaan administratif dalam aktivitas profesional. Pengguna dapat lebih fokus mengikuti percakapan tanpa harus terus-menerus mencatat poin penting secara manual.
“Di Indonesia, kemajuan akan tercipta lebih baik ketika tetap menjunjung kebersamaan dan hubungan antarmanusia, yang menjadi semangat utama gotong royong,” kata Megumi Yoshinaga, Head of APAC Marketing, Plaud.
Menurut Megumi, teknologi AI seharusnya tidak mengambil alih peran manusia dalam mengambil keputusan. Sebaliknya, teknologi dapat digunakan untuk memberikan lebih banyak ruang bagi profesional untuk berkolaborasi dan berkonsentrasi pada pekerjaan yang memiliki nilai lebih tinggi.
Plaud Note Pro hadir dalam bentuk perangkat seukuran kartu kredit yang dapat digunakan untuk merekam panggilan telepon maupun percakapan secara langsung. Perangkat tersebut juga dapat dipasang secara magnetis pada bagian belakang ponsel yang kompatibel dengan MagSafe.
Sementara itu, Plaud NotePin S hadir sebagai perangkat wearable yang dapat dikenakan dengan beberapa cara, mulai dari kalung, klip, gelang, hingga pin. Bentuknya dirancang untuk menunjang aktivitas profesional dengan mobilitas tinggi, seperti rapat, wawancara, konsultasi, maupun pekerjaan lapangan.
Kedua perangkat tersebut terintegrasi dengan Plaud Intelligence. Sistem ini memungkinkan percakapan diubah menjadi transkrip, ringkasan, dan poin-poin utama yang dapat dicari kembali. Pengguna juga dapat menentukan bahasa percakapan dan bahasa rangkuman secara terpisah.
Fitur custom vocabulary turut disediakan untuk membantu pengguna menambahkan istilah khusus sesuai bidang pekerjaan. Kemampuan tersebut menjadi relevan bagi pengguna yang bekerja dengan terminologi teknis atau istilah tertentu yang tidak selalu umum digunakan.
Plaud juga berencana memperkenalkan kemampuan AI agentic di Indonesia pada bulan depan. Teknologi tersebut nantinya diarahkan untuk membantu pengguna mengubah informasi dari percakapan sebelumnya menjadi email tindak lanjut, dokumen, serta berbagai hasil pekerjaan lain melalui aplikasi yang terhubung seperti Notion, Slack, dan Linear.
“Kami ingin membantu para profesional mendapatkan kembali sumber daya mereka yang paling berharga, yaitu waktu,” ujar Megumi. “Dengan mengurangi beban mencatat, membuat transkripsi, dan melakukan tindak lanjut secara manual, AI seharusnya tidak menggantikan penilaian manusia.”
Di Indonesia, penggunaan aktif mingguan Plaud tercatat meningkat dua kali lipat pada semester pertama 2026. Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu indikator awal perusahaan dalam memperluas pasar perangkat AI wearable di Indonesia. ich
