Perpusnas Hadirkan SAKEDAP, Dorong Literasi Digital dan Tertib Serah Simpan Karya

Share

Jakarta, Channelsatu.com – Upaya memperkuat literasi digital sekaligus menertibkan kewajiban serah simpan karya terus dilakukan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas). Salah satunya melalui peluncuran aplikasi Sistem Akses Elektronik Deposit Aman dan Praktis (SAKEDAP) yang diperkenalkan kepada publik di Gedung Layanan Perpusnas, Selasa (10/2/2026).

Peluncuran aplikasi ini dikemas dalam sebuah gelar wicara yang membahas pentingnya literasi digital dalam mendukung proses pembelajaran yang efektif melalui pemanfaatan layanan perpustakaan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh pemangku kepentingan di bidang pendidikan, pengelola perpustakaan, serta masyarakat umum.

Kepala Perpusnas E. Aminudin Aziz menjelaskan, perubahan teknologi telah menggeser cara masyarakat mengakses dan mengolah informasi. Kondisi ini menuntut kemampuan literasi digital yang memadai agar informasi yang dikonsumsi benar-benar bermanfaat.

- Advertisement -

“Informasi digital sekarang sangat melimpah. Kalau tidak dibarengi literasi digital, masyarakat bisa kesulitan membedakan mana informasi yang benar dan mana yang menyesatkan,” ujar Aminudin.

Menurutnya, perpustakaan memiliki peran penting dalam menyediakan sumber informasi yang terpercaya dan terverifikasi. Perpusnas, kata dia, telah mengembangkan berbagai layanan digital yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas, mulai dari buku elektronik, jurnal ilmiah, hingga buku audio dan referensi digital lainnya.

Dalam kesempatan yang sama, Aminudin juga menyinggung latar belakang kehadiran SAKEDAP. Ia menyebut, selama ini masih terdapat ketimpangan antara jumlah penerbitan ISBN dengan karya yang diserahkan sebagai deposit ke Perpusnas.

“Kami mencatat cukup banyak karya yang sudah memiliki ISBN, namun belum diserahkan sebagai kewajiban serah simpan. SAKEDAP hadir untuk menjembatani persoalan tersebut sekaligus mengintegrasikan sistem layanan bibliografi nasional,” katanya.

- Advertisement -

Melalui aplikasi ini, Perpusnas berharap proses serah simpan karya cetak dan karya rekam dapat dilakukan lebih mudah, aman, dan praktis. Selain itu, SAKEDAP juga diharapkan dapat menjaga keberlanjutan pengelolaan khazanah pengetahuan nasional.

img 20260210 wa0060

Perpusnas, lanjut Aminudin, juga terus melakukan pembenahan layanan, termasuk percepatan proses penerbitan ISBN serta penguatan sosialisasi kepada penerbit dan pemangku kepentingan terkait kewajiban serah simpan.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Suharyanto memaparkan capaian pemanfaatan layanan Perpusnas sepanjang tahun 2025. Ia menyebut, total kunjungan mencapai lebih dari 17,6 juta pengunjung.

“Sebagian besar pengunjung memanfaatkan layanan digital, dengan jumlah pengunjung daring mencapai 16,8 juta orang, sementara pengunjung luring sekitar 765 ribu orang,” jelas Suharyanto.

Ia menambahkan, lima layanan digital Perpusnas yang paling banyak diakses masyarakat meliputi Indonesia OneSearch, BintangPusnas Edu, OPAC Perpusnas, situs web Perpusnas, serta layanan e-Resources.

Menurut Suharyanto, ke depan Perpusnas akan terus mengembangkan layanan digital tanpa mengesampingkan koleksi cetak. “Keduanya akan berjalan berdampingan untuk memenuhi kebutuhan informasi masyarakat yang semakin beragam,” pungkasnya.

 

 

Redaksihttps://channelsatu.com/
News and Entertainment

Read more

NEWS