Penggemar K-pop Desak Konser Rendah Karbon Jelang KTT Iklim COP30 di Brasil

Share

Jakarta, Channelsatu.com – Menghadapi agenda global seperti COP30 di Brasil, laporan terbaru dari KPOP4PLANET memaparkan fakta mengejutkan: sebagian besar emisi industri musik — hingga 73% — berasal dari penampilan langsung para idola di atas panggung. Faktanya, ini sejalan dengan estimasi bahwa sektor konser setara dengan emisi 92 ribu mobil per tahun.
Laporan ini menyoroti bahwa meskipun beberapa label besar K-pop menyebut komitmen terhadap “konser rendah karbon”, implementasi konkret masih sangat terbatas. Tidak banyak yang menetapkan target angka emisi atau transisi ke energi terbarukan.
Salah satu contoh: hanya YG Entertainment menyebut secara terbuka rencana menuju konser berkelanjutan pada 2030. Sementara label lainnya seperti HYBE, SM Entertainment, JYP, dan CJ ENM belum memiliki fleksibilitas visi yang sama.
Fanbase seperti BLINK dan MY DAY kini tidak hanya menanti comeback idola mereka, tapi juga menuntut keberlanjutan dalam produksi konser. “Penyelenggara konser harus mulai mendengarkan suara kami yang ingin konser idola kami dilaksanakan secara lebih berkelanjutan,” ujar Nunik, ambassador KPOP4PLANET Indonesia.
KAMPANYE seperti *Plastic Album Sins* menyoroti konsumsi fisik K-pop yang besar — dari album hingga merchandise — sebagai bagian tak terpisahkan dari jejak karbon industri ini.
Selain itu, agar konsep “konser rendah karbon” bisa nyata berlaku, laporan ini merekomendasikan: ukur dan publikasi emisi konser; gunakan energi terbarukan; kurangi plastik sekali pakai; minimalisasikan perjalanan artis dan kru; manfaatkan platform idola untuk kampanye iklim.
Dengan popularitas K-pop yang mencapai puluhan juta penggemar global, kekuatan sektornya untuk menggerakkan perubahan sosial dan budaya sangat besar. Namun kekuatan itu juga membawa tanggung jawab terhadap planet.
Menjelang COP30, industri K-pop berada di persimpangan: melakukan transformasi nyata atau semakin terpinggirkan oleh tuntutan global. Laporan ini menjadi alarm sekaligus undangan bertindak bagi semua pihak.

Read more

NEWS