Kota Tangerang, Channelsatu.com – Pemerintah Kota Tangerang terus menunjukkan keseriusannya dalam menghadapi ancaman banjir di tengah potensi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jabodetabek. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Pemkot Tangerang memperkuat langkah mitigasi bencana dengan memanfaatkan teknologi digital melalui aplikasi *SIPANTAU* atau Sistem Pemantauan Tinggi Air Sungai, yang dapat diakses masyarakat secara real time selama 24 jam.
Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi kunci dalam meminimalkan risiko bencana. Aplikasi *SIPANTAU* memungkinkan warga untuk mengetahui kondisi ketinggian muka air sungai di 19 titik pantauan strategis. “Kami mengajak semua masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi ini agar dapat memantau kondisi sungai secara langsung. Informasi yang cepat dan akurat sangat penting untuk kesiapsiagaan,” ujarnya, Selasa (28/10/25).
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemkot Tangerang dalam membangun sistem mitigasi berbasis teknologi yang lebih terukur. Melalui sensor otomatis dan jaringan CCTV yang terintegrasi, *SIPANTAU* dapat mendeteksi perubahan tinggi muka air sungai dan memberikan peringatan dini secara otomatis kepada pengguna. Hal ini menjadi terobosan penting dalam sistem pengendalian banjir perkotaan.
Selain fitur utama yang menampilkan data ketinggian air, aplikasi *SIPANTAU* juga memberikan indikator status kesiagaan dan dokumentasi visual terkini dari setiap titik pantauan. Teknologi ini membantu warga maupun petugas lapangan untuk mengambil langkah cepat bila terjadi peningkatan debit air yang berpotensi menimbulkan banjir.
Taufik menjelaskan, *SIPANTAU* tidak hanya berfungsi sebagai alat pantau, tetapi juga sebagai sarana edukasi publik agar masyarakat lebih sadar terhadap potensi bencana. Dengan fitur notifikasi otomatis yang terhubung melalui GPS, pengguna akan mendapatkan peringatan langsung di ponsel mereka tanpa perlu membuka aplikasi. “Ini adalah bentuk inovasi layanan publik yang mengedepankan kecepatan dan kemudahan akses,” tambahnya.
Aplikasi *SIPANTAU* bisa diakses dengan mudah melalui laman resmi [https://sipantau.dpuprkotang.info](https://sipantau.dpuprkotang.info) maupun melalui aplikasi versi mobile yang tersedia di Play Store dan App Store. Dengan sistem berbasis *smart city*, teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan aparat kewilayahan dalam menghadapi ancaman banjir.
Dalam jangka panjang, Pemkot Tangerang berencana memperluas titik pemantauan serta mengembangkan sistem prediksi berbasis cuaca. Integrasi data dari BMKG dan Dinas Lingkungan Hidup menjadi salah satu upaya untuk memperkuat analisis potensi banjir di masa depan.
Upaya digitalisasi mitigasi bencana ini memperlihatkan arah baru tata kelola perkotaan yang lebih responsif dan partisipatif. Dengan teknologi seperti *SIPANTAU*, Tangerang semakin menegaskan diri sebagai kota cerdas yang siap menghadapi tantangan perubahan iklim dengan langkah nyata dan kolaboratif. ich
