Paguyuban Konsumen Plastik dan Benang Nusantara Minta Pemerintah Tahan Kenaikan Harga Bahan Baku Demi Selamatkan Industri Hilir

Share

Jakarta, Channelsatu.com – Industri hilir yang bergantung pada pasokan bahan baku plastik dan benang menyuarakan kekhawatiran terhadap rencana kebijakan tambahan tarif yang dinilai berpotensi memicu kenaikan harga bahan baku. Paguyuban Konsumen Plastik dan Benang Nusantara meminta pemerintah mempertimbangkan dampak kebijakan tersebut terhadap keberlangsungan usaha dan lapangan pekerjaan.

Koordinator Paguyuban Konsumen Plastik dan Benang Nusantara, Iqbal, mengatakan pelaku usaha saat ini membutuhkan harga bahan baku yang terjangkau agar aktivitas produksi tetap berjalan dan pesanan pelanggan dapat dipenuhi.

“Kami ini pengguna bahan baku. Kalau harga benang dan plastik naik, yang langsung kena ya kami. Biaya produksi naik, harga jual ikut tertekan, sementara belum tentu pembeli mau menerima kenaikan harga,” ujar Iqbal.

- Advertisement -

Menurutnya, anggota paguyuban berasal dari berbagai sektor industri hilir, mulai dari perusahaan kecil dan menengah, konveksi, pengolahan plastik hingga berbagai usaha manufaktur lain yang sangat bergantung pada stabilitas harga bahan baku.

Iqbal mengingatkan, kebijakan yang bertujuan melindungi satu sektor industri jangan sampai justru memberikan tekanan kepada pelaku usaha di sektor hilir.

“Jangan sampai kebijakan yang niatnya mau menolong satu kelompok industri malah membuat banyak usaha di bawahnya kesulitan. Kami cuma minta pemerintah melihat keadaan di lapangan secara utuh,” katanya.

Paguyuban menilai kenaikan harga bahan baku akan meningkatkan biaya produksi yang pada akhirnya dapat mengurangi daya saing produk dalam negeri, baik di pasar domestik maupun ekspor.

- Advertisement -

Selain itu, pelaku usaha juga masih menghadapi berbagai tantangan lain seperti kenaikan biaya listrik, logistik, upah tenaga kerja, hingga tekanan harga dari konsumen.

“Jangan tambah beban lagi. Yang kami butuhkan sekarang justru bahan baku yang murah dan stabil supaya usaha tetap hidup,” tegas Iqbal.

Paguyuban berharap pemerintah dapat mengambil keputusan yang mempertimbangkan seluruh rantai industri agar produsen maupun pengguna bahan baku sama-sama memperoleh solusi yang berkelanjutan. ich

 

Read more

NEWS