Jumat , 19 Juli 2024
Home / Hot News / Nafsu Birahi Hasyim Asy’ari Berujung Pemecatan Dari Jabatan Ketua KPU
Hasyim Asy'ari sebagai Ketua KPU. Foto/Dok KPU
Hasyim Asy'ari sebagai Ketua KPU. Foto/Dok KPU

Nafsu Birahi Hasyim Asy’ari Berujung Pemecatan Dari Jabatan Ketua KPU

Jakarta, Channelsatu.com-Nafsu birahi dari Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hasyim Asy’ari terhadap anggota PPLN Den Haag, Belanda, berujung lengsernya dia dari jabatan tersebut.

Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memutuskan, memberhentikan Hasyim Asy’ari sebagai Ketua KPU merangkap anggota terkait dugaan kasus asusila. Dalam putusannya, DKPP mengabulkan seluruh permohonan dari pengadu.

“Menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada teradu Hasyim Asyari selaku ketua merangkap anggota Komisi Pemilihan Umum terhitung sejak putusan ini dibacakan,” Kata Ketua Majelis sidang, Heddy Lugito di Ruang Rapat Utama DKPP, Rabu (3/7/2024).

Ketiga, Majelis DKPP juga meminta kepada Presiden RI untuk melaksanakan putusan ini paling lama 7 hari sejak putusan ini dibacakan. “Empat, memerintahakan badan oenagwas pemilihan umum untuk mengawasi pelaksanaan putusan ini,” pungkasnya.

Selain itu, sejumlah fakta persidangan terungkap dari kasus asusila ini. DKPP mengungkap bahwa Hasyim sebagai Ketua KPU melakukan pemaksaan terhadap CAT, anggota PPLN Den Haag, Belanda, untuk berhubungan badan.

“Berkenaan dengan dalil aduan pengadu (anggota PPLN) bahwa teradu (Hasyim Asya’ri) memaksa melakukan hubungan badan, terungkap fakta dalam sidang pemeriksaan bahwa pada tanggal 2 sampai dengan 7 Oktober 2023 dilaksanakan kegiatan BIMTEK PPLN di Den Haag,” kata Anggota Majelis DKPP, Ratna Dewi Pettalolo.

DKPP juga mengungkap adanya chat atau pesan singkat yang tak patut disampaikan Hasyim kepada CAT yang merupakan anggota PPLN Den Haag, Belanda. Pesan singkat itu berawal ketika adanya rencana Hasyim untuk menghadiri kegiatan Bimtek Pemilu 2024 di Den Haag.

Terjadi komunikasi yang intens antara Hasyim dengan CAT. Dalam komunikasi tersebut, CAT meminta tolong kepada Teradu agar pada saat kunjungan ke Belanda membawakan barang Pengadu yang ketinggalan di Jakarta.

“Teradu (Hasyim Asy’ari) menyanggupi permintaan Pengadu dan mengirimkan daftar barang titipan Pengadu berupa satu rompi PPLN, satu potong baju, satu potong CD, dan dua paks Cwi Mie,” ujar Ratna Dewi.

Terhadap pesan tersebut, CAT menanyakan apa yang dimaksud dengan ‘CD’ tersebut. Padahal, barang tersebut tidak termasuk barang yang dititipkannya.

“Teradu menjawab dengan nada bercanda, oh maaf keselip. Terhadap fakta tersebut, DKPP menilai tindakan Teradu tidak dibenarkan menurut etika penyelenggara pemilu,” jelasnya. (Fjr)

About Channelsatu.com

News and Entertainment

Check Also

Grand Syekh Al Azhar memberikan kuliah umum di UIN Jakarta, Selasa (9/7/2024)

Kunjungi Indonesia, Grand Syekh Al Azhar Apresiasi Bela Palestina dan Serukan Kerukunan Umat

Jakarta, Channelsatu.com-Grand Syekh atau Imam Besar Al Azhar Mesir, Prof. Dr. Syekh Ahmad Muhammad Ahmad …

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menerima Laporan Korps kenaikan pangkat 22 Pati TNI. Foto/Puspen TNI

Selamat! 22 Perwira Tinggi TNI Naik Pangkat, Ini Daftar Namanya

Jakarta, Channelsatu.com-Sebanyak 22 Perwira Tinggi (Pati) TNI naik pangkat. Hal ini berdasarkan Panglima TNI Jenderal …

Pegi Setiawan. Foto/ANTARA/Raisan Al Farisi

Praperadilan Dikabulkan, Penetapan Tersangka Pegi Setiawan di Kasus Vina Cirebon Batal

Jakarta, Channelsatu.com-Gugatan praperadilan yang diajukan Pegi Setiawan terhadap status tersangkanya di kasus pembununan Vina Cirebon …

Joe Biden dan Donald Trump. Foto/Pontus/Britannica

Pilpres Amerika Antara Joe Biden Ataukah Donald Trump, Pertarungan Duel Petahana Berebut Tahta

Jakarta, Channelsatu.com-Pertarungan Pilpres di Amerika Serikat (AS) Kembali mempertemukan dua sosok yang pernah menjabat Presiden …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *