Jumat , 22 Oktober 2021
Home / Showbiz / Sinopsis / MOMEN TERINDAH TAK AKAN TERLUPAKAN SEPANJANG HIDUP

MOMEN TERINDAH TAK AKAN TERLUPAKAN SEPANJANG HIDUP

Jakarta, Channelsatu.com: Tentu banyak alasan mengapa suatu perjalanan wisata harus ditempuh, tidak terkecuali berwisata ke luar negeri maupun hanya melakukan perjalanan ke dalam negeri. Yang paling utama di antaranya ialah ingin menikmati keindahan alam, melihat peninggalan bersejarah, menyaksikan keunikan atau keistimewaan adat istiadat dan seni suatu bangsa. Atau ingin melakukan penyegaran alias refresing dengan meninggalkan rutinitas sehari-hari.
Berdasarkan kajian World Travel & Tourism Council (WTTC), saat ini lebih satu milyar orang melakukan perjalanan diseluruh dunia. Sebagian dari mereka menempuh perjalanan wisata  melintasi sekaligus menembus batas-batas negara, bahkan mereka menjelajah dari suatu benua ke benua lain.

Tidak bisa diingkari bahwa sektor pariwisata telah prioritas banyak negara. Setidaknya sektor ini memiliki daya tahan terhadap guncangan krisis (global) dan memberikan konstribusi yang jelas bagi pertumbuhan ekonomi (dunia) sekaligus menyediakan lapangan kerja.

Sektor pariwisata dunia mampu memberikan konstribusi sebesar USD 6 triliun atau sembilan persen  GDP dunia, yang secara langsung membuka 120 juta lapangan kerja serta 125 juta kerja lain pada sektor industri yang terkait. Situasi di Indonesia ?  Sektor pariwisata menempati urutan kelima sebagai penyumbang devisa nasional pada tahun 2012.

Kata lain mengalami peningkatan progresif pada triwulan pertama 2013 dengan kenaikan jumlah wisatawan mancanegara yang mencapai 1,29 juta orang pada Januari-Februari 2013 atau naik 3,8 persen dibanding periode yang sama tahun 2012. Jadi kembali pada alasan mengapa perjalanan wisata ditempuh, jelas banyak alasan yang bisa dikemukakan.

Tetapi apapun alasanya, wisatawan mendambakan perjalanan wisata berlangsung nyaman dan aman sehingga semaksimal mungkin dapat menikmati perjalanan istimewa yang mengesan dari perjalan wisata yang dilakukan. Namun yang harus diingat adalah dalam melakukan perjalanan wisatawan tidak boleh kehilangan momen, kendati hanya sedetik.

Betapa suatu momen merupakan emas, dan waktu yang sangat berharga sekali. Karenanya wisatawan tidak boleh lengah. Semestinya menikmati serta merasakan. Betapa juga momen terindah tak akan terlupakan sepanjang hidup. Itulah momen emas, pada saat wisatawan yang penuh makna, bisa tersenyum, tertawa, menangis, tatkala menikmati keindahan dunia.

Karena itulah, “Kami GMT, Golden Moment Tour, hadir untuk menciptakan momen terindah dalam perjalanan yang Anda lakukuan. Kami mengeri keinginan itu“ kata Simon Andi Tan, Presiden Direktur GMT, dalam suatu percakapan (beberapa waktu lalu) pada acara Pameran Industri Pariwisata di Jakarta.

Perusahaan yang bergerak di bidang perjalanan wisata sudah tidak terhitung jumlahnya. Tidak hanya berjumlah puluhan, atau ratusan, mungkin ribuan. Berbagai perusahaan perjalanan itu pastilah saling bersaing. Saat ini persaingannya demikian ketat, berlomba-lomba merebut pelanggan.

Situasi sekarang ini, perusahaan-perusahaan wisata dimungkinkan sekali untuk memberikan aneka tawaran dengan target luas melintasi batas-batas negara. Suatu fenomena yang patut disimak dan dicermati. Sesungguhnya perusahaan perusahaan wisata itu ingin membangun kepercayaan terhadap wisatawan serta membantu wisatawan membuat keputusan dalam memilih destinasi wisata yang dikunjungi.

Dan di benak Simon Andi Tan, “Yakni melayani dengan cinta kasih.“ Sebenarnya itulah komitmen  yang digariskan GMT, yaitu ingin menjadi biro perjalanan terbaik di negeri ini. Handi Irawan, pakar marketing Indonesia mengomentari tentang GMT, suatu“ Perpaduan antara pengalaman panjang di industri tur & travel serta komitmen dari pendiri perusahaan.“ 

Jelas hal itu, seperti yang dikatakan Handi Irawan, pengalaman panjang dan komitmen merupakan modal utama untuk memberi pelayanan terbaik bagi kepuasan pelanggan. Dan GMT ini yang kantornya di wilayah Kelapa Gading, persisnya di Komplek gading Bukit Indah, termasuk perusahaan yang mampu bertahan di tengah persaingan perusahaan wisata yang demikian keras dalam merebut pelanggan.

Dan yang bisa dicatat tebal-tebal dari GMT tidak lain memiliki kualitas dalam melayani wisatawan rohani (Islam maupun Nasrasni) yang akan membawa wisatawan untuk mengunjungi tempat spiritual bersejarah. Di tempat-tempat itulah ada kesan yang mendalam bagi kehidupan rohani wisatawan.

Banyak alasan mengapa melakukan perjalanan wisata, dan mesti menempuh ribuan kilometer. Banyak alasan yang digulirkan, tapi ingatlah bahwa pada setiap perjalanan pasti ada momen terindah yang dialami wisatawan. Dan momen itu, pastinya tidak bakal terlupakan sepancang hidup. Percayalah. (Syamsudin Noer Moenadi, jurnalis yang suka melakukan perjalanan dan pecinta film)

About ibra

Check Also

Ketum Pafindo dan Asisten Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Kebudayaan, Prof Agus Suradika

Ketum Pafindo Gion Prabowo, “Ini Bukan Pepesan Kosong”

Jakarta, channelsatu.com:”Kantor kita di Jakarta. Cari makan di Jakarta. Rumah kita di Jakarta. Tentu sudah …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *