Jakarta, Channelsatu.com – Transformasi layanan perpustakaan digital nasional memasuki fase penataan ulang sistem. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia melakukan pembaruan menyeluruh terhadap platform iPusnas guna meningkatkan daya tahan infrastruktur serta memperkuat perlindungan data pengguna.
Langkah ini ditempuh setelah dilakukan evaluasi teknis terhadap performa layanan yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Pertumbuhan koleksi dan pengguna dinilai perlu diimbangi dengan kapasitas sistem yang lebih adaptif terhadap beban akses dan ancaman siber.
Sekretaris Utama Perpusnas, Joko Santoso, menyampaikan bahwa pembenahan ini merupakan bagian dari strategi peningkatan mutu layanan berbasis teknologi.
“Kami terus berupaya meningkatkan kualitas layanan digital agar masyarakat dapat mengakses koleksi pengetahuan secara nyaman, aman, dan berkelanjutan,” ujarnya dalam pernyataan resmi di Jakarta.
Menurutnya, proses penyesuaian sistem memang memerlukan waktu agar seluruh tahapan berjalan sesuai standar keamanan. Perpusnas, kata dia, memilih pendekatan bertahap untuk memastikan tidak ada aspek teknis yang terlewat dalam proses migrasi dan pengujian.
Dalam pelaksanaannya, Perpusnas melakukan restrukturisasi arsitektur sistem serta pemindahan data ke lingkungan yang lebih mutakhir. Penguatan ini turut melibatkan pendampingan dari Badan Siber dan Sandi Negara untuk memastikan uji keamanan dilakukan sesuai protokol perlindungan siber nasional.
Kepala Pusat Data dan Informasi Perpusnas, Wiratna Tritawirasta, menjelaskan bahwa lonjakan trafik pengguna menjadi dasar pertimbangan percepatan modernisasi sistem.
“Penguatan sistem dilakukan melalui pembaruan arsitektur, migrasi data, dan pengujian keamanan agar layanan semakin optimal,” katanya.

Secara statistik, iPusnas saat ini menghimpun sekitar 134.309 judul koleksi dengan 1.480.649 salinan digital. Sepanjang 2025, terdapat 770.106 pengguna baru yang terdaftar. Data tersebut menunjukkan tren peningkatan pemanfaatan layanan baca digital secara konsisten.
Skema pemulihan akses disiapkan secara bertingkat. Aplikasi Android direncanakan kembali tersedia lebih awal, diikuti oleh versi iOS dan web setelah seluruh pengujian sistem dinyatakan stabil. Model bertahap dipilih untuk memantau performa layanan secara real time sebelum dibuka sepenuhnya.
Perpusnas menegaskan bahwa layanan lainnya tetap berjalan normal. Program digital seperti BintangPusnas Edu, e-Resources, Khastara, serta fitur chatbot Tanya Pustakawan masih dapat diakses masyarakat tanpa perubahan layanan.
Di sisi tata kelola konten, iPusnas tetap mengandalkan teknologi Digital Rights Management (DRM) guna memastikan mekanisme peminjaman koleksi berlangsung sesuai ketentuan. Sistem ini menjadi instrumen penting dalam menjaga keseimbangan antara akses publik dan perlindungan hak cipta.
Pembenahan ini dipandang sebagai bagian dari konsolidasi jangka panjang layanan perpustakaan digital nasional. Perpusnas menargetkan ekosistem literasi digital yang tidak hanya mudah diakses, tetapi juga memiliki fondasi teknologi yang aman serta berkesinambungan.
