Imlek dan Realitas Generasi Sandwich Indonesia

Share

Jakarta, Channelsatu.com – Perayaan Tahun Baru Imlek selalu identik dengan kebersamaan keluarga dan harapan baru. Namun di balik sukacita tersebut, survei terbaru dari Sun Life Indonesia mengungkap realitas finansial yang dihadapi banyak pekerja Indonesia: 90 persen responden saat ini menopang orang tua sekaligus anak, fenomena yang dikenal sebagai generasi sandwich.

Data tersebut berdampak langsung pada perencanaan masa depan. Sebanyak 40 persen responden mengaku harus menurunkan ekspektasi gaya hidup saat pensiun, sementara 23 persen memperkirakan akan menunda pensiun atau tetap bekerja setelah usia pensiun tiba.

Presiden Direktur Sun Life Indonesia, Albertus Wiroyo, menegaskan bahwa tantangan ini perlu direspons dengan perencanaan matang. “Semakin banyak orang Indonesia yang umurnya lebih panjang. Namun, terlalu banyak yang masih tidak yakin apakah mereka bisa pensiun dengan nyaman. Itulah mengapa peran institusi keuangan semakin penting,” ujarnya.

- Advertisement -

Momentum Imlek menjadi refleksi penting. Nilai bakti kepada orang tua tetap menjadi kekuatan budaya, tetapi perlu batas sehat agar keberlanjutan finansial pribadi tidak tergerus.

Survei juga menunjukkan 71 persen responden masih membutuhkan tambahan penghasilan demi menjaga stabilitas ekonomi keluarga. Kondisi ini mempertegas bahwa perencanaan pensiun bukan lagi soal usia, melainkan kesiapan finansial dan kesehatan.

Hingga 24 persen responden bahkan belum memiliki rencana pensiun sama sekali. Fakta ini menjadi alarm agar generasi produktif tidak menunda perencanaan hingga mendekati masa pensiun.

Sebagai bagian dari grup global Sun Life Financial Inc. yang mengelola aset hingga CAD 1,62 triliun per September 2025, Sun Life menekankan pentingnya solusi perlindungan dan pengelolaan kekayaan yang terintegrasi.

- Advertisement -

Imlek tahun ini pun menjadi momentum untuk menata ulang resolusi finansial: menyeimbangkan tanggung jawab lintas generasi, menjaga kesehatan sebagai aset jangka panjang, serta memastikan masa pensiun dibangun atas peluang, bukan tekanan.

Read more

NEWS