Kota Tangerang, Channelsatu.com – Libur sekolah akhir tahun kerap identik dengan layar gawai dan hiburan instan, namun suasana berbeda justru terlihat di Yayasan Griya Cahaya Semesta Alam (YGCSA) Cipondoh, Kota Tangerang. Di tengah jeda akademik, anak-anak binaan yayasan ini tetap mengisi hari dengan belajar mengaji, sekaligus menikmati paket Makan Bergizi Berkah yang dibagikan para relawan.
Aktivitas tersebut menghadirkan potret keseharian yang hangat dan sinematik, di mana keceriaan anak-anak berpadu dengan nilai edukasi dan kepedulian sosial. Bagi YGCSA, momen libur bukan alasan untuk menghentikan proses belajar, melainkan ruang untuk menanamkan kebiasaan positif sejak dini.
Relawan YGCSA, Wasiudin, menuturkan antusiasme anak-anak justru meningkat saat libur sekolah. “Mereka tetap datang dengan semangat, mengikuti kegiatan mengaji sampai selesai, meskipun suasananya libur,” ujarnya.
Usai kegiatan mengaji, anak-anak mendapatkan paket Makan Bergizi Berkah berisi nasi, sayur, ikan, dan daging ayam. Paket tersebut bisa disantap di lokasi atau dibawa pulang, menjadi bentuk perhatian sederhana namun bermakna bagi tumbuh kembang mereka.
Program MBB sendiri rutin diberikan setiap jadwal mengaji, yakni setiap Senin dan Kamis. Bahkan dalam beberapa kesempatan, anak-anak juga menerima tambahan susu dan makanan ringan yang menambah keceriaan suasana.
Aufar, salah satu anak yatim binaan YGCSA, mengaku selalu berusaha hadir dalam setiap kegiatan. “Senang bisa belajar mengaji, punya banyak teman, dan pulangnya sering dapat makanan atau bingkisan,” katanya polos.
Menurut Wasiudin, pembagian paket MBB bukan sekadar berbagi makanan, tetapi bagian dari upaya membangun motivasi belajar. Ia menyebut pendekatan sederhana ini efektif menumbuhkan rasa nyaman dan kedekatan emosional dengan anak-anak.
Dalam masa libur sekolah semester ganjil ini, YGCSA juga menyalurkan santunan uang dan bingkisan kepada anak-anak yatim binaan serta warga sekitar. “Terima kasih kepada para donatur dan lingkungan sekitar yang terus mendukung kegiatan ini,” tutup Wasiudin. ich
