Jumat , 19 Juli 2024
Home / Hot News / Nasional / Kunjungi Indonesia, Grand Syekh Al Azhar Apresiasi Bela Palestina dan Serukan Kerukunan Umat
Grand Syekh Al Azhar memberikan kuliah umum di UIN Jakarta, Selasa (9/7/2024)
Grand Syekh Al Azhar memberikan kuliah umum di UIN Jakarta, Selasa (9/7/2024)

Kunjungi Indonesia, Grand Syekh Al Azhar Apresiasi Bela Palestina dan Serukan Kerukunan Umat

Jakarta, Channelsatu.com-Grand Syekh atau Imam Besar Al Azhar Mesir, Prof. Dr. Syekh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb melakukan kunjungan kehormatan ke Indonesia. Salah satu agendanya adalah memberikan kuliah umum di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, Selasa (9/7/2024).

Grand Syekh yang juga Ketua Majelis Hukama Muslimin (MHM) tersebut mengapresiasi langkah Indonesia membela Palestina dan menyerukan kerukunan umat beragama.

Grand Syekh dalam kuliah umumnya menyeru pentingnya persatuan dan tidak tertipu dengan propaganda yang ingin memecah belah umat Islam dengan berbagai cara. Grand Syekh mengingatkan umat Islam untuk tidak menjadi umat yang inferior. “Umat Islam adalah umat besar yang telah berkontribusi besar terhadap peradaban dunia,” papar Prof Ath-Thayyeb.

imam al azhar 2

Tampak hadir mantan Menag Prof Quraish Shihab, MA, Sekjen Kemenag M Ali Ramdhani beserta pejabat Eselon I dan II Kemenag, serta Rektor UIN Jakarta, Prof Asep Saufuddin Jahar. Acara ini juga dihadiri ribuan pengunjung yang memadati Auditorium Harun Nasution UIN Jakarta. Selain jajaran pejabat Eselon I dan II Kemenag bersama civitas academica UIN Jakarta, hadir juga para Rektor PTKN, alumni Al Azhar, serta mahasiswa.

Menurut Grand Syekh, perpecahan itu sering lahir dari lisan dan pena para dai yang tidak memahami prioritas dan fiqih ikhtilaf (perbedaan). “Mereka yang sibuk dengan perkara-perkara khilafiyah tapi lupa dengan isu-isu keumatan yang utama seperti isu Palestina, isu kemiskinan, dekadensi moral dan lain sebagainya,” ungkap Prof Ath-Thayyeb.

Mudah Menyalahkan dan Mengkafirkan

Grand Syekh menyatakan, umat harus diingatkan agar terhindar dari orientasi baru yang menolak ajaran empat mazhab. “Mereka membuat fikih baru, mereka mudah menyalahkan dan bahkan mengkafirkan yang tidak sependapat dengan mereka,” tutur Syekh.

Untuk menekankan hal ini, Grand Syekh, mengutip Hadis Nabi Muhammad SAW riwayat Al-Bukhari yang menjelaskan bahwa apabila seseorang memiliki tiga kriteria ini maka dia adalah muslim dan tidak boleh dikafirkan.

“Yaitu, pertama yang salat sama seperti kita salat kita, kedua yang menghadap kiblat kita, dan ketiga yang makan sembelihan kita,” ungkapnya.

Grand Syekh menyeru umat Islam untuk menjaga kerukunan umat beragama, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat di mana mereka menghormati keyakinan agama lain.

“Menghormati tidak sama dengan meyakini. Yang kita lakukan adalah menghormati meskipun tetap keyakinan itu masing-masing,” kata Prof. Ath-Thayyeb.

Grand Syekh menuturkan bahwa umat Islam saat ini harus bergerak untuk beramal, bukan hanya pintar berbicara tetapi mengamalkannya. “Seribu khutbah tidak akan menyelesaikan masalah tapi satu aksi bisa menyelesaikan seribu masalah,” tuturnya.

Moderasi Beragama

Alumni Al Azhar dan mantan Rektor UIN Jakarta Prof M Quraish Shihab berbicara tentang moderasi beragama. Menurutnya, manifestasi nilai moderasi beragama di Indonesia bisa dilihat dari bentuk negara Indonesia.

“Indonesia tidak berbentuk negara sekuler dan juga tidak berbentuk negara agama, tapi negara Pancasila yang sila pertamanya adalah tauhid,” papar Prof Quraish.

Menurut Prof Quraish, manifestasi yang kedua adalah kelapangan dada para founding father yang Muslim dan para ulama ketika itu, saat penetapan sila-sila dari Pancasila di awal kemerdekaan. “Di mana mereka rela untuk menghapus kata kewajiban menerapkan syariat Islam demi menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia yang plural dan majemuk,” ujar Guru Besar Ilmu Tafsir tersebut.

Prof Quraish mengutarakan bahwa untuk bersikap moderat dibutuhkan ilmu. Menurutnya, ada tiga hal yang berbeda yang sering dianggap sama. Pertama agama, kedua ilmu agama, dan ketiga beragama.

“Agama sudah sempurna. Ilmu agama terus berkembang dan terjadi perbedaan antara ilmu yang diketahui oleh ulama satu ulama dengan ulama yang lainnya. Beragama butuh ilmu, agar cara kita beragama benar sesuai dengan ilmu, maka kiblat ilmu yang benar itu sudah ada yaitu Al-Azhar,” ungkapnya.

UIN Jakarta dan Al Azhar

Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Asep Saepudin Jahar, mengatakan bahwa UIN Jakarta memiliki hubungan yang erat dengan Al Azhar As Syarif. Ini ditandai dengan berdirinya Fakultas Dirasat Islamiyah, di mana di fakultas ini menggunakan kurikulum yang digunakan oleh Al Azhar As-Syarif.

“Hampir seluruh dosennya adalah alumni Al Azhar,” kata Rektor.

Menurut Rektor, hubungan erat inilah yang menguatkan nilai moderasi di UIN Jakarta. Sehingga, UIN Jakarta menjadi salah satu pusat pembelajaran Islam yang moderat di Indonesia.

“Sebagaimana Al Azhar menjadi pusat pembelajaran Islam yang moderat di dunia,” ungkap Prof Asep.

Rektor berharap UIN Jakarta terus belajar dari Al Azhar untuk dapat mengembangkan ajaran Islam yang benar yang menjadi rahmat kasih sayang bagi alam semesta.

Ketua Panitia Pelaksana, Dr Yuli Yasin mengatakan, Kuliah Umum Grand Syekh Al Azhar dihadiri seribu lima ratusan orang baik dari civitas akademika UIN Jakarta, 73 Rektor Perguruan Tinggi, Pimpinan Ormas, Tokoh Masyarakat, Tokoh Lintas Agama, Para Dubes, dan alumni Universitas Al-Azhar Kairo Mesir.

Sebelum memberi kuliah umum di UIN, Grand Syekh diterima Presiden RI Joko Widodo. Keduanya juga mendiskusikan penyelesaian konflik di Gaza-Palestina. Grand Syekh mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Republik Indonesia atas perjuangannya untuk membela saudara-saudara kita di Gaza Palestina dengan memperjuangkan gencatan senjata dan menyampaikan bantuan-bantuan kemanusiaan.

Grand Syekh Al Azhar Ahmed Al Tayeb melakukan kunjungan kali ketiga ke Indonesia. Imam Akbar tiba sejak 8 Juli dan dijadwalkan akan berada di Indonesia hingga 11 Juli 2024. (Msr)

About Channelsatu.com

News and Entertainment

Check Also

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menerima Laporan Korps kenaikan pangkat 22 Pati TNI. Foto/Puspen TNI

Selamat! 22 Perwira Tinggi TNI Naik Pangkat, Ini Daftar Namanya

Jakarta, Channelsatu.com-Sebanyak 22 Perwira Tinggi (Pati) TNI naik pangkat. Hal ini berdasarkan Panglima TNI Jenderal …

Pegi Setiawan. Foto/ANTARA/Raisan Al Farisi

Praperadilan Dikabulkan, Penetapan Tersangka Pegi Setiawan di Kasus Vina Cirebon Batal

Jakarta, Channelsatu.com-Gugatan praperadilan yang diajukan Pegi Setiawan terhadap status tersangkanya di kasus pembununan Vina Cirebon …

Audisi Indonesian Idol Season XIII berhasil digelar di Semarang, Jawa Tengah sebagai kota pembuka. Foto/Istimewa

Demam Indonesian Idol, Audisi Palembang Susul Semarang

Jakarta, Channelsatu.com-Audisi Indonesian Idol Season XIII berhasil digelar di Semarang, Jawa Tengah sebagai kota pembuka. …

Hasyim Asy'ari sebagai Ketua KPU. Foto/Dok KPU

Nafsu Birahi Hasyim Asy’ari Berujung Pemecatan Dari Jabatan Ketua KPU

Jakarta, Channelsatu.com-Nafsu birahi dari Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hasyim Asy’ari terhadap anggota PPLN Den …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *