Jakarta, channelsatu.com: “Bisajadi ke Thailand itu ke luar negeri. Sementara ke Derawan hanya di dalam negeri. Dan jika ke Thailand ongkosnya murah. Sedang ke Derawan pada musim libur sekolah, harga tiket pesawat bisa satu setengah juta rupiah, Jika bukan hari libur, memang murah, sekitar enam ratus sampai tujuh ratus rupiah,“ tutur Noviyanti Gardian, pimpinan Zebaoth Tour & Travel yang berkantor pusat di kota Tarakan, Kalimantan Timur.
Itulah kendalanya, kenapa saat musim libur panjang para pelancong lebih memilih berlibur ke Thailand. Padahal di Thailand keindahan alamnya biasa saja, tidak seindah dan seelok Kepulauan Derawan yang penuh pesona, bahkan ada yang menyebut surga kecil yang terdapat di bumi.
Wisata ke Thailand terkadang kurang nyaman. Apa–apa dihitung dengan uang, dan harus bayar. Maklum pariwisata sudah menjadi bisnis. Sajian, aktrasi, sengaja sekali dikomersialkan. Berbeda jika berlibur ke Kepulauan Derawan di Kalimantan Timur, tepatnya Di kabupaten Berau, yang tenang, yang teduh, dan Anda tidak bakal terusik dengan kebisingan.
Paling tidak di Kepulauan Derawan Anda bisa leluasa rileks serta menghilangkan kejenuhan. Apalagi pemandangan alamnya yang memukau. Di Pulau Derawan, karangnya yang indah, dikenal dengan pulau gusung, lantaran banyaknya pasir putih.
Juga di Pulau Derawan menjadi tempat bermainnya penyu hijau alias Green Turtle yang bertelur pada malam hari. Kepulauan Derawan merupakan salah satu wilayah kecamatan. Memiliki obyek wisata bahari yang sungguh elegan, terdiri Pulau Derawan, Pulau Maratua, Pulau Kakaban dan Pulau Sangalaki.
Potensi laut di Kepulauan Derawan sungguh-sungguh kaya. Menurut pakar kelautan, keindahan taman laut di kepulauan tersebut tiada tara. Keanekaragaman biota laut yang hidup menempati nomor tiga di dunia. Sedang sebagai destinasi bawah air atau wisata selam, Pulau Derawan menempati urutan empat di Indonesia. Mengalahkan Taman Laut Bunaken di Sulawesi Utara.
Urutan pertama wisata selam adalah Taman Laut Raja Empat di Papua, urutan kedua Taman Laut Wakatobi di Sulawesi Tenggara, dan ketiga ditempati Taman Laut Bali Barat di Provinsi Bali. Urutan berikutnya Pulau Deran, disusul Taman Laut Bunaken di Sulawesi Utara.
Di Derawan, laut begitu menawan. Pada pagi hari, demikian pula pada sore hari, Anda bisa menikmati fenomena alam, yakni matahari terbit serta terbenamnya matahari yang betul-betul manakjubkan. Anda bisa berjalan santai mengelilingi Pulau Derawan yang memperlukan waktu 30 menit.
Apabila puas rileks di Pulau Derawan, Anda bisa menyinggahi Pulau Sangalaki, pulau kecil seluas 13 hektar. Perjalanan dari Pulau Derawan ke Pulau Sangalaki membutuhkan waktu satu jam dengan menggunakan speedboat. Pulau Sangalaki pun memiliki alam bawah laut yang dahsyat. Terumbu karang merupakan salah satu terbaik di dunia.
Terumbu karang di Pulau Sangalaki rata-rata adalah 26,79% untuk karang keras dan 42,50% untuk karang hidup. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Naturalis Museum London tahun 2008, di Kepulau Sangalaki dan Kepulauan Derawan ditemukan 40 spesies karang jamur, mushroom coral.
Di perairan Pulau Sangalaki terdapat 1,051 spesies ikan karang dan lima spesies lamun. Tidak ada aktrasi istimewa di Pulau Sangalaki. Tapi bila mengelilingi Anda dapat menyaksikan berbagai satwa liwar yang mungkin belum pernah Anda lihat sebelumnya. Seperti ketam kelapa, biawak, elang bondol, burung gosong Philipina, kuntul karang, burung pantai laut dan pergam laut.
Pulau Sangalaki merupakan tempat penangkaran penyu, turkik, Serta pada kawasan perairannya merupakan lokasi agregasi pari mata. Anda bisa berburu Manta Ray. Lantas jika jalan kaki di sepanjang pantai Pulau Sengalaki, siapa tahu menemukan berbagai jenis moluska alias kerang dalam macam-macam bentuk dan warna.
Selain Pulau Derawan dan Pulau Sangalaki, Anda bisa menyambangi Pulau Maratua yang banyak lokasi penyeleman, dan Pulau Kakaban. Untuk menuju Pulau Maratua atau Kecamatan Maratua memerlukan waktu cukup lama. Dari ibukota kabupaten, Tanjung Redeh, perlu waktu normal sekitar 3 -4 jam, menggunakan speedboat.
Ke Maratua melalui Tanjung Batu, Ibukota Kecamatan Derawan, terlebih dulu lewat jalur darat yang dapat ditempuh dua jam perjalan dari Tanjung Redeh. Setelah itu menggunkan speedboat sekitar dua jam lebih. Resort di Pulau Maratua cukup di kenal oleh turis asing. Bila Anda menyelam, bolehjadi beruntung menjumpai lumba-lumba alias dolphin, saat menyelam.
Pulau Kakaban tidak kalah menarik dikunjungi. Pulau ini mempunyai danau istimewa dengan ubur-ubur yang tidak beracun dan spesiesnya hanya ditemukan di dua tempat di dunia, Sewaktu Anda menyelam, Anda pun bisa memegang ubur-ubur tanpa merasa takut. Dan jika enggan menyelam, Anda bisa menatap dari dekat keindahan hutan bakau yang di Pulau Kakaban benar-benar alami sekali.
Kenapa mesti berlibur ke Thailand yang keindahan alamnya biasa-biasa saja, dan kenapa tidak pergi saja ke Kepulauan Derawan yang menjanjikan. Keindahan alamnya begitu cantik, membuat Anda pasti terpesona. Sejatinya yakin akan terbelalak serta akan merasakan Kebesaran Allah.
Untuk bisa mencapai ke Kepulauan Derawan, serahkan saja pada Zebaoth Tour & Travel yang kantor pusatnya di Jalan K.H. Dewantara Rt 12. Nomor 57a. Biro perjalanan ini banyak membawa wisatawan lokal maupun asing ke Kepulauan Derawan. Tentu perjalanan Anda, apabila ke sana, pasti akan diatur. Sekarang ini ada penerbangan langsung dari Jakarta ke Tarakan. kemudian dari Tarakan melanjutkan perjalanan ke Kepulauan Derawan dengan kapal. Sesekali, yuk berlibur ke Kepulauan Derawan, dan kenalilah negeri kita sendiri yang cantik molek. (Syamsudin Noer Moenadi, jurnalis dan pemerhati masalah pariwisata)
