Kota Tangerang, Channelsatu.com – Polres Metro Tangerang Kota menunjukkan komitmen tegas dalam menjaga integritas internal dengan menggelar tes urine mendadak bagi seluruh personel. Langkah ini dipimpin langsung oleh Kapolres Metro Tangerang Kota sebagai bentuk pencegahan penyalahgunaan narkoba dan penguatan disiplin anggota di lingkungan kepolisian perkotaan yang memiliki beban kerja tinggi.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut dipimpin oleh Raden Muhammad Jauhari dan diikuti Wakapolres, pejabat utama (PJU), Kapolsek jajaran, hingga personel Pamen, Pama, Bintara, serta ASN. Pelaksanaan tes urine ini menjadi tindak lanjut arahan Kapolri dalam memperketat pengawasan internal dan mencegah pelanggaran disiplin maupun kode etik, khususnya terkait narkotika.
Sebagai institusi penegak hukum di wilayah urban seperti Kota Tangerang, pengawasan internal dinilai krusial. Tes urine mendadak menjadi instrumen kontrol untuk memastikan aparat kepolisian bersih dari narkoba sebelum melakukan penindakan terhadap masyarakat. Dalam konteks perkotaan dengan dinamika sosial yang kompleks, kredibilitas aparat menjadi fondasi utama stabilitas keamanan.
Kapolres menegaskan bahwa tidak ada toleransi bagi anggota yang terlibat penyalahgunaan narkotika. Ia menyebut langkah ini sebagai bentuk komitmen nyata menuju Polri Presisi yang profesional, transparan, dan berintegritas. Penegakan hukum, menurutnya, harus dimulai dari dalam institusi sebelum diarahkan keluar.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya menjaga marwah institusi Polri. Jika aparat tegas terhadap peredaran narkoba di luar, maka ke dalam pun harus diberlakukan standar yang sama. Prinsip ini menjadi pesan moral yang kuat di tengah sorotan publik terhadap akuntabilitas aparat penegak hukum.
Pelaksanaan tes urine berlangsung tertib dengan pengawasan ketat. Setiap personel mengikuti prosedur pemeriksaan sesuai standar, memastikan transparansi dan akurasi hasil. Situasi ini sekaligus menjadi pengingat kolektif bagi seluruh anggota untuk menjaga profesionalisme dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas.
Dalam perspektif tata kelola keamanan kota, langkah preventif seperti ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan bagian dari strategi membangun kepercayaan publik. Kota Tangerang sebagai wilayah metropolitan penyangga ibu kota membutuhkan aparat yang bersih dan responsif terhadap isu narkoba.
Polres Metro Tangerang Kota memastikan pengawasan internal serupa akan dilakukan secara berkala. Komitmen menjaga integritas, disiplin anggota, dan pemberantasan narkoba menjadi bagian tak terpisahkan dari agenda reformasi birokrasi Polri di tingkat kewilayahan. ich
