Kamis , 19 Mei 2022
Home / Showbiz / Sinopsis / KAMBING PANGGANG SUKU BEDOUIN DI SAMARRA

KAMBING PANGGANG SUKU BEDOUIN DI SAMARRA

Jakarta, channelsatu.com:Begitu menginjakkan kaki di restoran Samarra, terletak di Jalan Kebon Sirih 17, Jakarta Pusat,  sudah tercium  menyengat aroma wangi bumbu rempah Timur Tengah. Saya mengenal restoran ini, dua tahun lalu, karena seorang rekan mengundang  untuk makan malam. Itulah pertama kali saya ke Samarra.

Lantas untuk kedua kalinya saya datang ke restoran Samarra yang demikian eksotis  sewaktu acara peluncuran buku fiksi karya perngarang muda, dan terus terang saya tak sreg di acara tersebut, mengingat  suasana  acaranya hiruk pikuk. Sesungguhnya Samarra yang bernuansa temaram tidaklah sesuai untuk acara seperti itu.

Pada kedatangan berikutnya saya merasakan atmosfir Samarra sebenarnya. Lebih-lebih saya memesan salah satu menu spesialnya Kambing Panggang Suku Bedouin. Betapa nikmatnya hidangan itu, dan makan malam pun tambah greget.  Makin inspiratif. Auro restoran yang berwarna biru dan merah membuat makan malam kian bergairah.

Kambing Panggang Suku Bedouin adalah masakan tradisional gurun pasir yang unik, dan tatkala dihidangkan buat pemesan dilakukan secara khas, diantar  para anak muda berkostum suku Bedouin. Sementara daging kambing segar dibungkus  dengan  daun pohon kurma, yang dimasak di antara dua plat batu yang sangat panas serta diletakkan di dalam lubang pasir selama beberapa jam.

Menu yang tersedia di restoran Samarra selalu menarik perhatian.  Menu Sate Pasar Kuno (The Old Souk’s Satay), misal, ditampilkan dalam sebuah wadah katu berbentuk kapal, yang menyuguhkan dua belas variasi sate, termasuk daging dan seafood yang segar untuk menggugah selera.

Juga masakan Indonesia, seperti Sate Lilit Ikan Gianyar, berasal dari Gianyar, Bali, Sate Ayam Ponorogo, Sate Kambing Kapuran Camaram Semarang (Jawa engah), Sate Tempe Panggang Kecap, Sate Kambing Muda Giling dan Sate Ikan Blambangan (Banyuwangi, Jawa Timur), jelas benar-benar memanjakan lidah.

Samarra adalah nama sebuah kota di Irak.Pada dahulu kala, Samarra merupakan kota terbesar di dunia, dengan istana kerajaan yang indah, besar, bernama Jawsaq Al –Khaqani. Istana kerajan itu berdiri di atas tanah 160 hektar yang didirikan Khalifah Al –Mu’Tasim pada tahun 833M. Tidak jauh dari istana kerajaan, berdiri juga masjid yang molek, dan memiliki menara, minarent, setinggi 55 meter.

Masjid kerajaan Jawsaq Al-Khaqani itu memang diilhami dari bagunan spiral pada zaman Babylonia , Babylonian Ziggurats,dan didirikan  oleh Khalifah Al-Mutawakkil  pada tahun 848 M.  Selain mendirikan masjid, Khalifah Al-Mutawakkil  pun mendidirikan istana megah yang diberi nama Balkurawa di sebelah kanan dari Sungai Tigris.

Bentuk istana Balkuwara dramatis sekali. Berdiri di atas tanah 36 hektar, bangunannya sepanjang 770 meter dan dikelilingi tembok sepanjang 2,5 kilometer. Sedang dua kompleks istana yang berdiri di kota Samarra tua pada abad 9  memiliki kandang-kandang onta, gudang harta, gudang senjata, dan banquet hall.

Khalifah Al-Mutawakkil membangun pula istana untuk putri-putri khalifah, Palace of Daughters. Istana untuk putri-putri khalifah, tergolong istana kecil, dinamakan Qasr Al-Banar,  yang dijaga ketat oleh dayang-dayang putri  Mengenai  restoran Samarra ini, tidaklah dipungkiri  pemiliknya terinspirasi oleh kota tua Samarra di Irak. 

Banyak sekali bangunan besar di kota Samarra yang malah dipengaruhi gaya Iran dan Syria. Umpamanya ada halaman dengan kolam yang khas, yakni terletak di dalam bangunan umum. Ahli mengenai Islam berpendapat bahwa pada abad pertengahan, sangat percaya bahwa nama kota itu berasal dari frase bahasa Arab, Sarre men ra’a, yang diterjemahkan menjadi sukacita bagi siapa saja yang melihat.

Saya benar-benar bersuka cita menikmati hidangan yang disajikan di restoran Samarra. Bertandanglah Anda untuk bersantap di restoran  yang berada dalam payung manajemen Tugu Group.  Sebagai penutup  hidangan, tidak ada salahnya memesan sajian anggur putih Sangria yang dicampur buah nanas, mangga, pisang, lemon dan havana rum (menu Summer Night ib Soenda Kelapa.

Atau Amor on the Dessert Oasis, yaitu anggur merah Sangria dengan buah peach, strawberry, jambu merah, cantaloupe dan kayu manis. Memang saya tidak pernah bersantap siang di Samarra yang dekorasinya  bergaya Timur Tengah. Padahal makan siang di Samarra pasti nyaman, sanggup menciptakan suasana yang menyenangkan.  Cobalah, sesekali makan siang atau makan malam, rasakan kelezatan menu yang tersedia di Samarra, dan sungguh nikmat  Kambing Panggang Suku Bedouin. ( Syamsudin Noer Moenadi, jurnalis dan pemerhati masalah kuliner )

About ibra

Check Also

Ketum Pafindo dan Asisten Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Kebudayaan, Prof Agus Suradika

Ketum Pafindo Gion Prabowo, “Ini Bukan Pepesan Kosong”

Jakarta, channelsatu.com:”Kantor kita di Jakarta. Cari makan di Jakarta. Rumah kita di Jakarta. Tentu sudah …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *