Jakarta, Channelsatu.com – Jakarta mengawali perayaan hari jadinya ke-498 dengan kirab budaya Toa Pe Kong di Glodok yang menyedot perhatian publik. Sabtu (21/6/2025), jalan-jalan utama di kawasan pecinan dipenuhi masyarakat yang ingin menyaksikan ritual budaya Tionghoa yang megah dan penuh warna.
Kirab ini menjadi simbol gotong royong lintas kelenteng, memperlihatkan bahwa semangat kebersamaan masih sangat hidup di tengah kota metropolitan. Arak-arakan membawa pesan spiritualitas dan solidaritas warga lintas etnis.
Prosesi ini sekaligus menjadi peringatan ulang tahun ke-274 Vihara Dharma Jaya Toa Se Bio, tempat yang menjadi pusat spiritual komunitas Tionghoa di Jakarta Barat. Tidak hanya pemeluknya, warga umum pun larut dalam keindahan visual dan makna dalam kirab ini.
Suasana penuh toleransi dan apresiasi budaya tampak nyata di sepanjang jalan yang dilalui kirab. Tradisi menjadi alat pemersatu, bukan sekadar simbol etnik.
Minggunya, giliran budaya Betawi unjuk gigi. Bertempat di Lapangan Banteng dan Hotel Borobudur, acara “Discover Betawi Art & Culture” menyajikan parade budaya yang hangat dan inklusif.
Pertunjukan pencak silat, iring-iringan ondel-ondel, serta sajian kuliner khas membuat pengunjung seperti menelusuri kampung Betawi di tengah kota. Semuanya gratis dan terbuka untuk semua kalangan.
Kegiatan ini memperlihatkan bahwa Jakarta bisa merayakan masa lalunya sembari membuka jalan bagi masa depan yang penuh keberagaman. Dari Glodok hingga Lapangan Banteng, semangat perayaan tetap utuh.
Inilah Jakarta: kota yang tak pernah kehilangan jati diri budayanya, bahkan di tengah hiruk pikuk urbanisasi dan globalisasi. ich
