Bali, Channelsatu.com – Pembangunan pusat layanan fertilitas berstandar internasional Alpha IVF Women & Specialists di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur resmi dimulai melalui seremoni peletakan batu pertama pada Kamis, 4 Desember 2025. Momentum ini menjadi langkah besar bagi transformasi The Sanur sebagai destinasi kesehatan global yang memadukan layanan medis unggulan dengan pariwisata kelas dunia. Dengan luas lahan 6.343 m², fasilitas ini akan menghadirkan layanan fertilitas komprehensif hingga obstetri–ginekologi berstandar internasional, sekaligus mengakselerasi pertumbuhan wisata medis Indonesia.
Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour, Christine Hutabarat, menegaskan bahwa kolaborasi bersama Alpha IVF Group bukan sekadar pembangunan fasilitas, melainkan pembentukan ekosistem kesehatan premium. “Ini adalah tonggak besar untuk mewujudkan Sanur sebagai International Health & Wellness Destination. Kami ingin masyarakat Indonesia mendapatkan teknologi fertilitas terbaik tanpa harus ke luar negeri, dan kehadiran mitra global seperti Alpha IVF menjadi bukti komitmen tersebut,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa transformasi kawasan ini juga mendorong peningkatan ekonomi dan membuka peluang tenaga kesehatan berstandar internasional.
Alpha IVF Group, jaringan klinik fertilitas ternama asal Malaysia, hadir sebagai mitra strategis melalui anak perusahaan PT Alpha IVF dan SPOG Bali (ASPOBA). Fasilitas baru ini dirancang menghadirkan teknologi reproduksi berbantu mutakhir, termasuk program IVF generasi terbaru yang telah dikenal luas melalui tingkat keberhasilan tinggi di berbagai negara. “Indonesia memiliki kebutuhan fertilitas yang terus berkembang. Dengan hadir di Sanur, kami ingin membawa standar internasional lebih dekat dan membantu lebih banyak pasangan mewujudkan impian memiliki buah hati,” kata Group Managing Director Alpha IVF Group, Dato’ Dr Colin Lee.
The Sanur kini diarahkan menjadi ikon wisata medis dengan fasilitas kesehatan dan pariwisata yang terintegrasi. Langkah ini merupakan strategi besar InJourney sebagai BUPP untuk menahan angka warga Indonesia yang berobat ke luar negeri, yang jumlahnya mencapai ratusan ribu per tahun. Kehadiran fasilitas IVF internasional diproyeksikan menjadi magnet wisata medis baru yang akan meningkatkan daya saing Bali di sektor kesehatan global. “Kami ingin menjadikan The Sanur sebagai benchmark pelayanan medis kelas dunia,” tambah Christine.
Dalam pembangunan fasilitas ini, Alpha IVF terpilih melalui seleksi ketat yang menilai kualitas teknologi, rekam jejak, hingga standar laboratorium embriologi. Setelah seluruh persyaratan teknis terpenuhi, konstruksi ditargetkan dapat rampung dan mulai beroperasi secara komersial dalam 18 bulan. Klinik ini akan menjadi pusat fertilitas unggulan pertama di KEK Sanur, memperkuat positioning kawasan sebagai health-tech hub Indonesia.
Pusat layanan ini akan mengintegrasikan teknologi AI untuk pemilihan embrio, embriologi presisi tinggi, serta kriopreservasi generasi terbaru Cyrotec®, yang memungkinkan penyimpanan embrio, sperma, dan sel telur dengan tingkat keberhasilan lebih stabil. Alpha IVF Group yang dikenal sebagai pionir AR technologies di Asia juga membawa tim embriolog dan dokter spesialis bersertifikasi internasional untuk memastikan kualitas layanan maksimal sejak hari pertama operasional.
Kehadiran Alpha IVF Women & Specialists diharapkan memberikan dampak luas, mulai dari kemudahan akses layanan fertilitas berkualitas bagi warga Indonesia hingga peningkatan industri wisata medis yang berkontribusi pada perekonomian nasional. “Kami optimistis fasilitas ini menjadi katalis pertumbuhan sektor kesehatan Indonesia sekaligus membuka jalan bagi inovasi medis generasi berikutnya,” ujar Christine. Ia menutup dengan menegaskan bahwa transformasi Sanur menjadi pusat kesehatan dunia adalah komitmen jangka panjang InJourney.
Dengan groundbreaking ini, The Sanur resmi memasuki babak baru sebagai destinasi layanan medis terdepan di Asia Pasifik. Kolaborasi global, dukungan pemerintah, serta perkembangan industri kesehatan premium menjadi modal kuat untuk menjadikan kawasan ini poros wisata medis yang modern, inklusif, dan berkelanjutan. ich
