Kamis , 20 Januari 2022
Home / Hot News / Gerakan Pramuka Membangun Moralitas Pemuda Berbasis Nilai-nilai Agama

Gerakan Pramuka Membangun Moralitas Pemuda Berbasis Nilai-nilai Agama

Workshop Fasilitasi Pembentukan dan Pengembangan Satuan Komunitas (SAKO) dan Gugus Darma Pramuka Tahun 2015
Workshop Fasilitasi Pembentukan dan Pengembangan Satuan Komunitas (SAKO) dan Gugus Darma Pramuka Tahun 2015

Jakarta, channelsatu.com: Identitas Indonesia secara kultural menjadi kabur di tengah benturan budaya global. Budaya Indonesia sedang mengalami disorientasi. Identitas budaya sebagai jati diri bangsa seharusnya diperkuat.

“Tanpa penguatan kebudayaan, bangsa Indonesia akan kehilangan kekuatan mempertahankan jati dirinya,” kata Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora RI, Drs. H. Sakhyan Asmara, MSP, pada penutupan acara Workshop Fasilitasi Pembentukan dan Pengembangan Satuan Komunitas (SAKO) dan Gugus Darma Pramuka Tahun 2015, di Hotel Melawai, Jakarta Selatan, Rabu (01/07/2015).

Agar tidak larut dan terbawa arus, papar Sakhyan Asmara, diperlukan upaya terpadu untuk membangun pijakan budaya yang kuat. Salah satunya adalah membangun kekuatan moral berbasis nilai-nilai agama dan enterpreneur. “Salah satu tujuan pengembangan kepemudaan melalui Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora RI ini, adalah terwujudnya pemuda yang beriman, bertaqwa kepadaTuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, inovatif dan mandiri, demokratis, bertanggungjawab dan berdaya saing,” katanya.

Workshop Fasilitasi Pembentukan dan Pengembangan Satuan Komunitas (SAKO) dan Gugus Darma Pramuka Tahun 2015 ini diselenggarakan Asisten Deputi Kepanduan Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Berlangsung di Hotel Melawai Jakarta Selatan, Senin s/d Rabu (29/06/2015 – 01/07/2015).

Selain Drs H. Sakhyan Asmara, MSP selaku Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora RI, acara ini dihadiri Anggota Komisi X DPR RI, Drs. Utut Adianto, dan Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Provinsi DKI Jakarta, DR. Zainal Soleman.

Menurut Sakhyan Asmara, workshop ini diantaranya dimaksudkan untuk memfasilitasi pembentukan satuan komunitas (Sako) dan Gugus Darma Pramuka. Merumuskan program/karya dalam mengembangkan Pramuka melalui Satuan Komunitas Pramuka dan Gugus Darma Pramuka. Meningkatkan minat masyarakat untuk aktif dalam Gerakan Pramuka melalui Satuan Komunitas dan Gugus Darma dalam rangka mengembangkan pramuka yang berbasis antara lain profesi, aspirasi dan agama.

Di sisi lain, kata Sakhyan Asmara, kegelisahan tentang karakter pemuda di era ini sangat memprihatinkan dengan terjadinya proses demokrasi yang sering melebihi batas. “Gerakan Pramuka bisa menjadi salah satu pilar membangun karakter. Maka dengan itu diadakan revitalisasi Gerakan Pramuka yang berperan penting menolak pengaruh buruk dari luar. Caranya adalah dengan mengamalkan Satya dan Darma Pramuka. Dengan dua point inilah Gerakan Pramuka menjadi kuat dan besar,” ujarnya.

Momentum bulan suci Ramadhan, kata Sakhyan Asmara, juga dapat dijadikan sarana pengembangan kepramukaan. “Momen ini bisa menjadi sarana bagi pembentukan kepribadian yang beriman, bertaqwa, dan berakhlak mulia. Berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa dan memiliki kecakapan hidup sebagai kader bangsa dalam menjaga dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila serta melestarikan lingkungan hidup,” paparnya.(ibra)

About ibra

Check Also

Ketua Perempuan Muslimah Amanah PAN Propinsi DKI Jakarta, Ayu Azhari. Foto: ist.

Ayu Azhari Ajak Agar Perempuan Bisa Lebih Kuat Hadapi Masa Pandemi

Jakarta, channelsatu.com: Ayu Azhari bersama Perempuan Muslimah Amanah, ingin mengajak agar peremmpuan bisa lebih kuat …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *