Jakarta, Channelsatu.com – Ericsson (NASDAQ: ERIC) bersama Qualcomm, Kementerian Perindustrian (Kemenperin), serta Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi), resmi meluncurkan edisi kedua *Hackathon: Indonesia’s NextGen Digital Sprint with 5G and AI*. Kompetisi inovasi ini mengajak startup dan tim akademisi dari seluruh Indonesia untuk melahirkan solusi berbasis 5G dan kecerdasan buatan, sekaligus mendukung percepatan transformasi digital nasional.
Gelaran yang dibuka hingga 17 Oktober 2025 ini menargetkan terciptanya ide-ide segar yang relevan dengan kebutuhan industri strategis seperti manufaktur, pertambangan, pertanian, hingga perdagangan. Para peserta akan mendapatkan kesempatan unik berkolaborasi dengan pakar global dan memperoleh pengalaman langsung menggunakan teknologi mutakhir 5G dan AI.
Ericsson menegaskan bahwa agenda ini selaras dengan visi Indonesia Digital 2045, di mana transformasi digital menjadi salah satu fondasi menuju posisi Indonesia sebagai lima besar ekonomi dunia pada 2045. *“Sebagai pemimpin global di bidang 5G, Ericsson berkomitmen penuh untuk mempercepat transformasi digital Indonesia. Pada edisi kedua Hackathon ini kami memperluas cakupan dengan memberdayakan talenta lokal, startup, dan pengembang untuk menghadirkan solusi nyata berbasis 5G dan AI. Melalui kolaborasi dengan pemerintah, industri, dan para mitra, kami optimistis dapat bersama-sama mewujudkan visi Indonesia Digital 2045,”* ujar Daniel Ode, President Director of Ericsson Indonesia, Singapore, Philippines, and Brunei.
Dukungan serupa datang dari Qualcomm yang melihat AI sebagai penggerak utama perubahan di berbagai sektor. *“Hackathon 2025 mencerminkan komitmen Qualcomm dalam menghadirkan inovasi, kreativitas, dan produktivitas melalui teknologi wireless communication demi peningkatan kualitas hidup. Qualcomm terus mencari solusi AI yang canggih dan terbaik. Kami percaya AI memegang peran transformatif di hampir setiap industri, mengubah cara bisnis beroperasi, mengambil keputusan, dan menciptakan manfaat lebih,”* jelas Nies Purwati, Senior Director of Government Affairs for Southeast Asia and Pacific at Qualcomm International Inc.
Bagi pemerintah, ajang ini menjadi sarana penting mengakselerasi agenda *Making Indonesia 4.0*. Drs. Masrokhan, MPA., CGCAE, Kepala Badan Pengembangan SDM Industri Kemenperin, menilai ajang ini memacu generasi muda untuk bereksperimen dan menghasilkan prototipe nyata. *“Kami senang dapat bermitra dengan Ericsson dan Qualcomm dalam Hackathon 2025 karena inisiatif ini sejalan erat dengan percepatan transformasi industri nasional. Kompetisi sehat ini mendorong kolaborasi lintas disiplin dan menghasilkan solusi sesuai dengan kebutuhan sektor industri, khususnya manufaktur,”* ungkapnya.
Kementerian Komunikasi dan Digital turut menekankan pentingnya penyediaan talenta digital. Sonny Hendra Sudaryana, Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Komdigi, menyebut Indonesia membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital pada 2030. *“Kebutuhan ini tidak dapat dipenuhi hanya melalui pendidikan formal. Inisiatif seperti Hackathon ini krusial dalam memperkuat pipeline talenta digital nasional. Inovasi 5G dan AI yang lahir dari Hackathon 2025 siap diimplementasikan di dunia nyata, sejalan dengan prioritas nasional untuk mempercepat transformasi digital,”* tegasnya.
Selain pembinaan dan kolaborasi, Hackathon 2025 juga menawarkan total hadiah Rp190 juta bagi para pemenang. Acara puncak sekaligus pengumuman pemenang akan digelar pada 14 November 2025.
Informasi lengkap mengenai pendaftaran dan peluang pembelajaran tersedia di situs resmi [www.ericsson.com/indonesia-hackathon](http://www.ericsson.com/indonesia-hackathon). Ajang ini sekaligus menandai semakin eratnya sinergi global dan nasional dalam mengembangkan inovasi digital, menjadikan 5G dan AI sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan. ich
