Duka Mendalam di Bogor, Dua Pelajar Hanyut di Cisadane Ditemukan Berpelukan

Share

Kota Bogor, Channelsatu.com – Kota Bogor kembali dirundung duka setelah dua pelajar hanyut di Sungai Cisadane, wilayah Kelurahan Menteng, Kecamatan Bogor Barat. Kedua korban, MZ (13) asal Gang Asikin RT 01/03, Kelurahan Cilendek Timur, serta R (14) asal Sindang Barang Pengkolan RT 08/04, ditemukan tak bernyawa dalam keadaan berpelukan setelah pencarian selama empat jam.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, yang langsung bertakziah ke rumah duka, menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah ini. “Saya mewakili Pemerintah Kota Bogor mengucapkan duka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga kedua korban husnul khotimah,” ungkapnya saat mendampingi keluarga.

Selain menyampaikan doa dan memberikan semangat kepada keluarga yang ditinggalkan, Pemerintah Kota Bogor juga menyerahkan santunan kepada masing-masing keluarga korban. Santunan ini diharapkan dapat meringankan beban mereka yang tengah dilanda duka mendalam.

- Advertisement -

Jenal menegaskan pentingnya peran orang tua, sekolah, dan masyarakat dalam mengawasi aktivitas pelajar di sekitar sungai. “Paling tidak memastikan agar tidak bermain di lereng atau di sungai. Apalagi arus Cisadane dan Ciliwung cukup deras dan kedalamannya berbahaya,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa petugas gabungan dari BPBD sebenarnya telah memasang plang larangan berenang di setiap bibir sungai, termasuk di lokasi hanyutnya kedua pelajar tersebut. Namun, menurutnya, pengawasan kolektif dari semua pihak tetap menjadi kunci. “Tokoh masyarakat, orang tua, dan semuanya mudah-mudahan saling mengingatkan. Meskipun takdir Tuhan tidak ada yang tahu,” tambah Jenal.

Rasa terima kasih juga ia sampaikan kepada petugas gabungan dari BPBD, Tim SAR, Dinas Pemadam Kebakaran, kepolisian, TNI, serta masyarakat yang turut membantu proses pencarian korban. “Untuk masyarakat yang membantu evakuasi selama empat jam, saya ucapkan terima kasih. Semoga mereka semua diberikan kesehatan sehingga tetap prima dalam melayani,” kata Jenal.

Tragedi ini menjadi pengingat pahit bagi warga Bogor akan bahaya bermain di sungai yang berarus deras. Meski sejumlah plang larangan sudah dipasang, masih banyak anak-anak yang memilih bermain tanpa memikirkan risiko yang mengintai.

- Advertisement -

Kisah MZ dan R yang ditemukan dalam keadaan berpelukan kini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar. Peristiwa ini diharapkan dapat menjadi pelajaran bersama untuk meningkatkan kewaspadaan sekaligus memperkuat kepedulian terhadap keselamatan anak-anak di lingkungan sungai. ich

Read more

NEWS