Jakarta, Channelsatu.com – Industri musik Tanah Air kembali dipenuhi warna ketika pasangan suami istri Reydi & Merie mempersembahkan single perdana mereka bertajuk “22 Tahun.” Ini bukan sekadar lagu baru—melainkan perayaan cinta yang dirangkai dalam melodi elegan dan lirik yang begitu manusiawi.
Rilis pada 21 November 2025, karya ini sekaligus menjadi persembahan untuk ulang tahun pernikahan mereka yang ke-22. Sebuah momen intim yang kini dibagikan kepada publik lewat format digital yang bisa dinikmati di berbagai platform musik.
Di balik lagu ini ada nama besar Denny Chasmala, sosok yang dikenal sebagai komposer bertangan emas. Ketika pertama kali mendengar vokal Reydi & Merie, Denny langsung menangkap “energi pasangan” yang matang dan memukau. Ia pun menulis lagu ini secara spontan—hanya dalam hitungan menit.
“Mereka punya karakter vokal yang jujur dan natural. Mas Reydi ini mestinya penyanyi, bukan advokat. Kalau Merie, ya sudah jelas—darah musiknya kencang,” ujar Denny sambil bercanda.
Lagu ini mengusung suasana hangat dengan sentuhan pop akustik yang mewah. Liriknya menelusuri jejak rumah tangga selama 22 tahun—tentang kesetiaan, kerentanan, harapan, juga pertumbuhan dua jiwa yang tak berhenti belajar saling memeluk dalam suka dan duka.
Reydi & Merie bukan pendatang baru dalam bermusik; mereka hanya lama menyimpannya sebagai hobi. Hidup di Bali, keduanya menikmati ritme kehidupan tropis yang selaras dengan minat mereka pada musik. Reydi adalah multi-instrumentalist, sementara Merie adalah penyanyi yang terbiasa tampil di berbagai acara.
Saat proses rekaman, kehangatan itu terasa. Denny tak hanya menjadi produser dan komposer, tapi juga mentor yang membantu pasangan ini menemukan ciri khas mereka sebagai duet.
“Ini bukan sekadar lagu. Ini memoar kecil cinta kami,” ungkap Merie dengan senyum haru.
Didistribusikan melalui Aquarius Musikindo, “22 Tahun” siap memperkaya kumpulan lagu cinta di industri musik Indonesia, membawa kesan elegan dan intim yang jarang muncul dari duet suami istri.
Lagu ini diharapkan menjadi inspirasi bahwa cinta tidak berhenti di pelaminan—ia tumbuh setiap hari, dibangun dengan usaha, diterangi dengan rasa syukur, dan dinyanyikan di setiap fase kehidupan. ich
