Kota Sukabumi, Channelsatu.com – Program Teaching Factory (TEFA) Culinary SMK Negeri 3 Sukabumi kembali menunjukkan capaian gemilang dalam produksi kue kering untuk menyambut Ramadan 1447 H. Bekerja sama dengan PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari, sekolah ini berhasil memproduksi sebanyak 3.124 toples aneka kue kering. Produksi ini menjadi yang kelima sejak adanya pendampingan resmi dari Bogasari pada tahun 2022.
Wakil Kepala Humas SMKN 3 Sukabumi, Ira Yulia, mengungkapkan bahwa sebenarnya kegiatan produksi ini telah berjalan sejak 2021. Namun, sejak adanya kolaborasi dengan Bogasari, terjadi peningkatan signifikan baik dari sisi kualitas maupun kuantitas produksi. Hal ini menunjukkan pentingnya peran industri dalam mendukung pendidikan vokasi.

“Kami tidak hanya didukung secara keilmuan dari sisi teori, tapi juga keahlian praktik. Bahkan untuk kebutuhan produksi kue Lebaran ini, Bogasari mendukung penuh bahan baku berupa tepung berkualitas,” ujar Ira Yulia. Ia juga menambahkan bahwa dukungan tersebut membuat produk yang dihasilkan lebih bernutrisi dan berkualitas tinggi.
Program TEFA Culinary sendiri bertujuan untuk meningkatkan kompetensi teknis (hardskills) siswa agar sesuai dengan kebutuhan industri. Para siswa dilatih menggunakan standar operasional prosedur (SOP) layaknya di dunia kerja, serta menggunakan peralatan yang sama seperti di industri profesional.
Tidak hanya itu, siswa juga dibekali dengan soft skills seperti disiplin, kerja sama tim, komunikasi, dan koordinasi. Ira menegaskan bahwa aspek ini sangat penting agar siswa memiliki kesiapan mental ketika terjun ke dunia kerja setelah lulus.

“Peserta didik juga dilatih memiliki jiwa wirausaha. Mereka tidak hanya terlibat dalam produksi, tetapi juga promosi, penjualan, hingga pelayanan kepada konsumen,” tambah Ira. Hal ini menjadi nilai tambah bagi siswa dalam membangun kemandirian ekonomi sejak dini.
Dalam produksi kali ini, sebanyak 10 guru, 3 asisten, dan 140 siswa terlibat aktif. Menariknya, SMKN 3 Sukabumi juga melibatkan 8 siswa dari SLB Handayani yang merupakan tuna rungu. Keterlibatan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan yang dapat digunakan untuk berwirausaha secara mandiri.

Vice President Human Resources Bogasari, Anwar, memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi sekolah dalam mengembangkan kompetensi siswa. “Terus meningkatkan kompetensi, membangun jiwa wirausaha, dan kepedulian terhadap siswa SLB sangat selaras dengan visi kami,” ujarnya.
Total omzet dari kegiatan ini mencapai sekitar Rp210 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan program pendidikan, termasuk peningkatan kompetensi tenaga pendidik dan sarana prasarana TEFA. Capaian ini sekaligus menegaskan bahwa pendidikan vokasi dapat menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi. ich
