Kota Tangerang, Channelsatu com – Berawal dari langkah kecil di tingkat lingkungan, Bank Sampah Darling di Kelurahan Sudimara Jaya, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, menjelma menjadi contoh nyata bagaimana pengelolaan sampah berbasis warga mampu menciptakan dampak ekonomi yang signifikan. Selama lima tahun berjalan, inisiatif ini berhasil mengelola 161.794 kilogram atau setara 161,7 ton sampah anorganik dengan nilai ekonomi mencapai Rp464.723.363.
Capaian tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak lagi sekadar urusan kebersihan, melainkan telah berkembang menjadi gerakan ekonomi sirkular yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Sampah yang sebelumnya dipandang sebagai beban, kini menjadi sumber nilai tambah bagi warga Sudimara Jaya.
Ketua Bank Sampah Darling, Sobirin, menuturkan bahwa keberhasilan ini tidak diraih secara instan. Program bank sampah tersebut dimulai pada 2020 dengan volume yang sangat terbatas, namun dibangun di atas fondasi perubahan pola pikir masyarakat.
“Kami memulai ini pada tahun 2020 dengan angka yang sangat kecil, hanya sekitar seribu kilogram. Saat itu yang kami bangun bukan sekadar sistem timbangan, tapi kesadaran,” ujar Sobirin. Menurutnya, konsistensi menjadi kunci utama keberhasilan program ini.
Ia menjelaskan, grafik partisipasi warga menunjukkan tren yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2020, sampah yang berhasil dikelola hanya 1.197 kilogram, namun angka tersebut melonjak signifikan hingga mencapai 50.897 kilogram pada 2025.
Peningkatan volume sampah yang terkelola sejalan dengan nilai ekonomi yang dihasilkan. Dari hanya Rp3,5 juta pada tahun pertama, nilai ekonomi yang didistribusikan kepada warga meningkat drastis hingga mencapai Rp134,2 juta pada 2025.
“Ini adalah kerja kecil warga yang dilakukan terus menerus setiap minggu dan setiap bulan. Dari lingkup RT saja, jika dilakukan konsisten, dampaknya bisa sangat terasa,” tegas Sobirin.
Keberhasilan Bank Sampah Darling kini menjadi bukti bahwa gerakan berbasis komunitas mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pengelolaan sampah kota, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi warga di tingkat akar rumput.
Melalui capaian tersebut, Bank Sampah Darling berharap kisah ini dapat menginspirasi kampung-kampung lain di Kota Tangerang untuk mulai memilah sampah dari sumbernya demi lingkungan yang lebih bersih dan masyarakat yang lebih sejahtera. ich
