Jakarta, Channelsatu.com – Galeri Rasa menghadirkan sebuah karya baru yang mempertemukan dunia konten digital dengan dokumentasi kuliner dalam bentuk fisik. Melalui buku Peracik Rasa: 80 Resep Pilihan 8 Peracik Galeri Rasa, beragam resep dan pengalaman delapan sosok kuliner dihimpun menjadi satu karya.
Buku tersebut diluncurkan pada 3 Oktober 2026 di Aprez Cafe, SCBD, Jakarta. Di dalamnya terdapat 80 resep pilihan karya Stefu Santoso, Brian Wicaksono, Eddrian Tjhia, Sisca Soewitomo, Yanto Ganjar, Eddy Siswanto, Thomas Law, dan Firhan Ashari.
Selama ini, Galeri Rasa dikenal sebagai platform media yang menghadirkan berbagai cerita seputar kuliner melalui YouTube, TikTok, Instagram, dan Facebook. Kehadiran buku *Peracik Rasa* menjadi kelanjutan dari perjalanan tersebut dengan menghadirkan materi kuliner dalam bentuk yang lebih permanen.
Penyusun sekaligus penulis buku, Hanny Vicenza, menempatkan resep sebagai bagian penting dari perjalanan rasa yang layak untuk disimpan dan dibagikan. Ia melihat pengalaman memasak sebagai proses yang memungkinkan seseorang menemukan karakter rasa dengan caranya masing-masing.
Menurut Hanny, keberagaman yang terdapat dalam buku tersebut menunjukkan bahwa dunia kuliner dapat mempertemukan banyak latar belakang. Ada pengalaman profesional, tradisi keluarga, hingga kebiasaan memasak di rumah yang semuanya dapat menjadi sumber inspirasi.
Semangat itu pula yang membuat buku ini tidak dibatasi hanya untuk kalangan chef atau profesional. Peracik Rasa dihadirkan bagi siapa pun yang memiliki ketertarikan pada makanan dan proses kreatif di baliknya.
Brian Wicaksono sebagai salah satu peracik mengatakan, keterlibatannya dalam buku tersebut memiliki arti tersendiri karena dapat menjadi ruang untuk mendokumentasikan resep yang selama ini dekat dengan kehidupannya.
“Buku ini semacam wadah untuk menampung mimpi-mimpi saya, salah satunya untuk mengabadikan resep dari nenek saya,” kata Brian.
Menurut Brian, dokumentasi seperti ini juga dapat menjadi pengingat bagi keluarga bahwa sebuah resep terkadang memiliki cerita yang jauh lebih panjang daripada sekadar daftar bahan dan cara memasak.
Ia pun berharap karya tersebut dapat memotivasi generasi berikutnya untuk terus menghasilkan karya mereka sendiri.
“Hebatnya, sebuah karya di bidang apa pun bisa menjadi sesuatu yang ditinggalkan dan dikenang,” ujarnya.
Melalui buku ini, Galeri Rasa mencoba menghadirkan pengalaman kuliner dengan pendekatan yang lebih dekat dan personal. Setiap resep memiliki karakter, sementara setiap peracik membawa cerita masing-masing.
Peracik Rasa akhirnya menjadi jembatan antara konten yang selama ini hadir secara cepat di ruang digital dengan sebuah karya cetak yang dapat dinikmati secara lebih perlahan dan menjadi bagian dari koleksi pembacanya. ich
