Ciliwung, HIV-AIDS, Dan Duta GenRe

Share

Jakarta,channelsatu.com: Siapa peduli terhadap Sungai Ciliwung yang membelah sekaligus mengelilingi kota Jakarta?

Juga siapa yang merasa prihatin mengenai penyebaran  HIV-AIDS, betapa situasinya sudah mencemaskan ?

Demikianpun masalah Duta GenRe alias Generasi Berencana yang terus menerus didengung-dengungkan tanpa henti, tetapi sejauh mana eksistensi yang telah dicapai ?

- Advertisement -

Pertanyaan tersebut harus dijawab. Mengingat ketiga pertanyaan tersebut menjadi permasalahan dasar, di tengah ulang tahun Jakarta yang selalu dirayakan pada bulan Juni. Dan Jakarta pastilah tidak bisa lepas dari Ciliwung, pemandangan seperti apa yang disaksikan di sungai itu ?

Menurut catatan ada seratus komunitas peduli sungai di beberapa kota saat ini, yang semuanya dibina pihak pemerintah. Ditambah lagi komunitas yang menamakan Mat Peci, singkatan dari Masyarakat Peduli Ciliwung. Sedang kiprah Mat Peci jelas berderet,  antara lain mengajak partisipasi masyarakat untuk mengurangi debit air yang masuk ke sungai ketika hujan dengan peningkatan resapan air ke tanah.

Partisipasi itu hendaknya janganlah setengah – setengah dilakukan. Justru diharapkan setiap rumah dapat membuat sumur resapan serta menanam pohon. Sedang pihak pemerintah yang menangani perkara sungai, dalam hal ini sengaja berperan mengawasi pengelolaan air secara struktural. Yaitu menormalisasi sungai, sudetat, pintu air dan memperbaiki situ.

Lantas bagaimana tentang penyebaran HIV-AIDS yang sudah berada pada tahap mengenaskan, terlebih lagi di Jakarta ? Data kasus yang dilaporkan Kementerian Kesehatan memperlihatkan bahwa hampir setengah kasus AIDS berasal dari kelompok usia 20-29.

- Advertisement -

Jika dikaitkan dengan karakteristik AIDS yang gejalanya  baru muncul setelah 3-10 tahun terinfeksi, maka hal ini makin membuktikan bahwa sebagian besar dari yang terkena AIDS telah terinfeksi pada usia yang lebih muda.  Data lain menunjukkan di antara populasi yang paling berisiko tertular HIV, sepertiganya adalah berusia 15-24 tahun.

Terus tentang Duta GenRe (singkatan dari kalimat Generasi Berencana),   apa pasal berkaitan  dengan persoalan kawin muda? Sensus penduduk tahun 2010 tercatat 27,6 persen atau 64 juta jiwa dari total penduduk Indonesia adalah remaja. Definisi remaja  di sini ialah masa peralihan dari masa kanak-kanak  ke masa dewasa. Batasan usia remaja menurut WHO, badan Persikatan Bangsa-Bangsa untuk kesehatan dunia, adalah 12 sampai 14 tahun. Pada usia ini biasanya akan mencari perhatian.  Mulai mencoba dunia baru yang bisa dijajaki dan dianggap hebat.

Lantas kaitannya dengan kawin muda? Dari data Survey Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2007  menorehkan usia kawin pertama di Indonesia pada perempuan baru mencapai 19,8 bulan. Padahal harapannya usia 21 tahun Di beberapa daerah usia perkawinan pertama perempuan masih di bawah angka median nasional.

Sungguh dapat dibayangkan betapa  masih tingginya resiko dihadapi remaja akibat kawin muda dari segala aspek. Mulai dari kesehatan, psikologis, sosial, ekonomi serta pendidikan.  Kata lain permasalahan remaja benar-benar kompleks, termasuk tingginya angka kehamilan di usia remaja .

Kiranya tidaklah heran  Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana mengembangkan program Generasi Berencana melalui Pemilihan Duta, dari tingkat provinsi hingga nasional. Juga tidaklah berlebih-lebihan di lingkungan masyarakat secara umum ikon duta dirasa memberikan nilai lebih dalam melaksanakan sosialisasi. Realitasnya tidak lain melalui pendekatan kepada remaja secara langsung , sesuai dengan prinsip dari  oleh dan untuk kaum remaja.

Tahun 2013 merupakan pelaksanaan keempat. Sedang jumlah hingga saat ini mencapai 198 remaja dan mahasiswa yang tersebar di seluruh Indonesia. Mereka inilah diharapkan turun ke kalangan masyarakat menengah bawah. Mereka, para duta tersebut, untuk memberdayakan masyarakat.

Apalah arti Sungai Ciliwung bagi warga Jakarta di saat ulang tahun, pada bulan Juni? Lantas apa  yang menyebabkan HIV-AIDS  dianggap sebagai masalah sepele?  Juga apalah arti gelar Duta GenRe, sedang di luaran konsumerisme siap mencaplok, sehinga tidak terdengar gelegar eksisitensinya?

Ketiga pertanyaan itu tidak perlu serta tak usah dijawab. Melainkan layak untuk dijadikan renungan semata. Sebagaimana remaja yang punya masalah segudang dan komplek. Demikianpun seharusnya Duta Generasi Berencana melakukan perencanaan secara matang.

Tidak usah buru-buru untuk menikah, mengingat segala sesuatunya kudu direncanakan dengan langkah hati-hati. Dan dengan hati jernih dan ikhlas, di bulan Juni ini mari kita rayakan ulang tahun Jakarta yang semakin kinclong. Betapa kompleksnya, teristimewa mengurusi remaja,  dalam mengelola  kota Jakarta yang sepertinya sudah kehilangan jati diri.  

Selamat ulang tahun Jakarta, kian mantap dan makin manusiawi untuk pejalan kaki, maklumlah jalanan kerap macet. (Syamsudin Noer Moenadi, jurnalis, dan pemerhati media visual ). Foto: Ilustrasi.

Redaksihttps://channelsatu.com/
News and Entertainment

Read more

NEWS